Kamis, 04 November 2010

Florsheim Info : Florsheim Anniversary Final - Teddy vs Mirza

Duel ini bukan duel biasa. Ya, ini adalah FINAL! Tidak hanya itu, keduanya juga mempertaruhkan gelar puncak Florsheim Kaijin! Teddy adalah seorang community leader, pemilik markas, dan juga duelist nomor satu di Florsheim. Karena sifatnya yang rendah hati, ia sering mengalah dengan senyuman pada duel biasa. Namun kali ini, dia memutuskan untuk serius, meski hanya menggunakan deck Bully. Sedangkan lawannya, Mirza, merupakan murid pertama dari Teddy. Ia salah satu asuhan terjenius yang pernah dididiknya. Ia sempat menjuarai berbagai turnamen di Jakarta dengan deck andalannya, Alius Ranger, yaitu deck Gemini Anti-Meta dengan Alius yang diwarnai merah, biru, dan kuning.

Apakah Mirza berhasil mengalahkan gurunya? Ataukah Teddy mampu menahan terjangan Mirza? Saksikan duel terakhir dalam Florsheim Anniversary Grand Tournament ini!!

Game 1

Mirza membuka dengan kuat. Ia mensummon Elemental Hero Neos Alius dan menutup tiga kartu di belakang! Teddy mengikuti dengan menutup dua kartu belakang. Alius menyerang langsung, lalu Mirza memanggil Thunder King Rai-Oh untuk menemani Alius. Teddy pun mengaktifkan Infernity Inferno pada End Phase, membuang Infernity Archfiend dan Armageddon Knight dari tangan dan Infernity Necromancer dan Infernity Avenger dari decknya. Giliran Teddy, ia menghancurkan Raioh dengan Raigeki Break membuang Necromancer. Lalu Teddy menggunakan Giant Trunade, pertanda bahwa badai yang sebenarnya akan datang bagi Mirza. 6100-8000

Teddy menurunkan Infernity Mirage, menghidupkan trio Archfiend, Necromancer, dan Avenger sambil mencari Infernity Barrier. Synchro menjadi Hundred-Eyes Dragon, mengkopi Mirage dan kembali menghidupkan trio broken itu, mencari Infernity Launcher, kemudian synchro lagi menjadi Infernity Doom Dragon. Teddy menggunakan Infernity Launcher, membangkitkan trio lagi sembari mencari Infernity Barrier. Synchro menjadi Hundred-Eyes Dragon yang mengkopi Necromancer untuk menghidupkan Infernity Archfiend lalu mencari Infernity Break. Doom Dragon menembak Alius dan sisanya menyerang langsung! 6100-2250

Mirza panik, namun tetap tenang. Ia menurunkan Alius lagi untuk menyerang Infernity Archfiend, membuat Teddy menghidupkan Avenger. Ia kemudian mengeset tiga kartu belakang sebelum selesai. Teddy tanpa pikir panjang langsung menembak Alius, dan menyerang dengan semuanya untuk menang! Teddy menyelesaikan permainan ini dengan sangat cepat, tanpa membiarkan Mirza pulih dari serangan pertama!

Game 2

Mirza memulai dengan setup yang sama dengan game pertama, satu Alius dan tiga belakang. Teddy mensummon Dark Grepher, lalu dibatalkan oleh Solemn Warning tanpa memberi Teddy kesempatan priority. Teddy lalu mengeset dua kartu belakang. Mirza menurunkan Consecrated Light dan menyerang langsung. Teddy hanya mengeset monster. Mirza memanggil Banisher of Radiance, lalu menyerang monster Teddy dengan Alius. Ternyata adalah Necromancer, membuat Alius membal dan memberikan damage 100 ke Mirza. 6100-5900

Teddy hanya menambah satu kartu belakang. Mirza menghancurkan Necromancer dengan Gemini Spark, mengorbankan Alius. Lalu ia menyerang langsung dengan Banisher. Ia mengeset satu kartu namun langsung dihancurkan oleh Mystical Space Typhoon dari Teddy. Kartu itu adalah Torrential Tribute. Teddy menutup dua kartu belakang. Masih pada giliran yang sama, ia mengaktifkan Mind Crush menyebut Honest! Sayang Mirza tidak memilikinya dan Infernity Beetle Teddy harus tercabut. Ia lalu menutup Consecrated dengan Book of Moon dan mensummon Archfiend, ia berusaha menyerang Banisher, namun ditutup balas oleh Mirza dengan Book of Moon. 4500-5900

Mirza lalu membuka Consecrated, mensummon Alius. Alius menyerang Archfiend, Banisher menyerang langsung. Teddy kemudian melihat kartunya dan SEKUP. Mirza berhasil mengunci pergerakan Teddy! Permainan menjadi semakin seru, apakah Mirza mampu mengalahkan suhunya?

Game 3

Teddy memulai dengan menutup dua kartu belakang. Mirza pun memulai serangan dengan Honest, lalu terbang. Ia menutup tiga kartu belakang. Pada akhir giliran, Teddy mengaktifkan Inferno, membuang One for One dan Necromancer dari tangan dan Archfiend serta Avenger dari deck. Teddy mengaktifkan Giant Trunade dengan kombo telah siap! Namun Mirza dengan mantapnya merespon dengan Crevice into Another Dimension! Ia menyebut DARK, meremove Archfiend dan Necromancer. Kombo besar Teddy pun digagalkan oleh Mirza. Jika Mirza tidak cepat tanggap, kepalanya sudah pasti terpenggal di turn ini juga. 6900-8000

Mirza kembali memanggil Honest, menyerang, lalu menerbangkannya ke tangan. Ia mengeset tiga kartu. Teddy mensummon Infernity Beetle, memecahnya menjadi dua, lalu menyerang langsung dengan keduanya. Mirza pun tanpa ragu mengaktifkan Dark Hole! Ia kemudian menurunkan Consecrated untuk mengunci gerakan Teddy. 5800-5600

Teddy mengaktifkan Fiendish Chain menarget Consecrated. Ia lalu mensummon Mirage yang digagalkan oleh Solemn Warning. Pada akhir giliran, Mirza menutup Consecrated dengan Book of Moon dan membebaskannya dari Fiendish Chain. Mirza lalu membuka Consecrated, mengaktifkan E-Emergency Call, mencari Elemental Hero Stratos, mensummonnya, dan mencari Alius Merah! Stratos menyerang langsung! 4000-3600

Teddy terdesak. Ia pun menghancurkan Consecrated dengan Raigeki Break membuang Card Destruction. Ia juga lalu mengaktifkan Infernity Launcher untuk menghidupkan dua Beetle dalam posisi bertahan, demi tetap hidup. Mirza mensummon Consecrated lain dari tangannya. Merasa kurang, ia juga menghidupkan yang baru mati dengan Monster Reborn! Stratos menyerang Beetle, Consecrated juga, namun dengan bantuan Honest. Teddy kemudian hanya bisa menggunakan Fiendish Chain saat Mirza mensummon Alius Merah, namun itu sia-sia karena pada akhirnya Teddy tidak dapat menarik jawaban dari decknya!

Ya, Mirza sang murid terkuat Teddy kini sudah menjadi dewasa dan mengalahkan suhunya! Mirza adalah pemenang tunggal dari Florsheim Anniversary Grand Tournament kali ini dan berhak membawa pulang Playmat juara dan Effect Veiler!!

"Hey, I got Veiler!"

Oke segitu dulu,
Medallion.

5 komentar:

iya, crevicenya datang di saat yang tepat banget.. anyway, nice report!! gw ngakak aja yang di akhir game 1, "Mirza panik, namun tetap tenang" itu gimana caranya panik n tenang di saat yang bersamaan?? lol

gw baru menyadari kesalahan di game 2...kan ada Banisher, ngapain Mind Crush nyebut Honest ya? :(

tapi hasilnya bakal sama saja sih :|

yang sangat disayangkan, gw tidak melihat Crevice di game 2, jadi yang game 3 bener2 ga nyangka T_T

ntu crevice nya jago abis.
coba kejadian nya di SJC, trus crevice nya dibuat holo, pasti mahal bgt. haha

wewwww.......nice game gan...mantap........

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More