Selasa, 01 November 2011

Florsheim Story Chapter One : The First Day - Last Part

"BONDS BEYOND TIME!!" seru Yami Uta menggetarkan ruangan, "Lengkap sudah semua monster legenda, Stardust Dragon, Elemental HERO Neos, dan Dark Magician berdiri di arenaku dengan total ATK 7500!"


Pinjamkan kekuatan kalian!!

Uh oh. Sedikit lagi gue mati. Gue mengecek kartu di tangan. Tidak penting. Tidak ada yang bisa diaktifkan sekarang, apalagi menyelamatkan gue dari keadaan genting ini.

"Khukhukhu, belum selesai," kata Yami Uta tanpa kartu tersisa di tangannya, "Aku akan-" Kak Uta tiba-tiba tertunduk dan terdiam. Ada yang aneh. Gue mulai khawatir.

"Kak? Kak Uta?" Gue berusaha mengulurkan tangan menggapai pundak kak Uta, namun ia langsung menengadah dan tersenyum.

"Ngga ada apa-apa kok Yud" katanya dengan nada yang lembut, sungguh berbeda dengan beberapa detik lalu, "Yuk, kita lanjut duelnya."

"Hah? Oh oke kak." Gue hanya bisa ternganga dan terbelalak. Kak Uta berubah. Lagi! Suaranya yang berat dan mencekam kini menjadi lembut dan baik. Tatapannya pun kembali menenangkan.

"Battle Phase. Stardust serang, Neos serang, dan Dark Magician serang. 7500 damage. Sekarang kamu sisa 500 life points. Giliranku selesai."

Ini aneh sekali. Semua kengerian dan suasana kelam tadi lenyap. Gue yang sempat panik karena life point sisa 500 sekarang sudah tenang dan percaya diri. Life point kak Uta tinggal 1800, kalau gue menarik kartu itu, guelah yang menang!

"Oke giliranku kak! Draw!" Gue intip kartu yang baru gue tarik. Flamvell Grunika! Ini dia yang gue butuhkan! "Kupanggil monster andalan dari tanganku, Flamvell Grunika!!"

"Oh 1700 ATK?" ujar Kak Uta.

Gue tersenyum licik, "Lihat ini, kuaktifkan efek Flamvell Baby dari tangan untuk menambah ATKnya 400."

"Masih 2100 saja..."

"Ya, lalu kuaktifkan efek Flamvell Baby kedua, dan kemudian efek Flamvell Baby KETIGA!!" ucap gue penuh kemenangan.

"A-Apaaa!? TIGA Flamvell Baby??" kaget Kak Uta melihat aksi brilian ini.

"Grunika ATK 2900, kuserang monster kebanggaanmu, Dark Magician!! Fireeee, err, Fireeeee, umm, Biteeee!!" teriak gue lantang dengan nama jurus Grunika yang baru saja gue pikirkan. Pasti Kak Uta kagum akan kegagahan gue.

"Oke, 400 damage-"

"Belum!" potong gue, "Efek Grunika, tembak damage sejumlah bintang monster yang dihancurkannya kali 200. Karena Dark Magician bintang tujuh, 1400 damage!!"


AAARGGH!!!

"Ahahaha," tawa Kak Uta, "Life pointku habis dong. Oke aku kalah. Deck yang menarik."

Muka gue memerah. Gue senang sekali, menang di duel pertama di Bandung dan berhasil mengalahkan orang hebat seperti kak Uta.

"Ah, kakak bisa aja..." ujar gue terbata, malu.

Tak lama ada lagu jepang terdengar. Lagu yang bersemangat, sepertinya soundtrack tokusatsu. Kak Uta menyadarinya lalu merogoh handphonenya dari saku jaket.

"Halo?... Oh di markas?... Sip, aku kesana sekarang ya." jawabnya.

"Yud, maaf ya aku harus pergi. Senang duel denganmu." senyum kak Uta ramah sambil membereskan kartunya.

"Ah tidak apa kak-" gue tiba-tiba menyadari satu kartu dalam Graveyard kak Uta, Level Eater.

"Tunggu Kak!" gue berseru bingung, "Kenapa kakak tadi tidak memanggil Level Eater dari Graveyard dan menghabisi life pointku saat fieldku kosong?"

Kak Uta terdiam dan melihat Level Eater, "Umm.. Ada ya tadi? Hehe, sepertinya aku misplay. Lagipula, kalau ada Level Eater nggak jadi Bonds Beyond Time dong." balas kak Uta nyengir.

"Tapi-"

"Nanti deh kalau kita berduel lagi, aku akan lebih teliti." kak Uta mencoba menenangkan, "Aku pergi dulu ya."

"Oke kak, sampai bertemu lagi!" gue memaksakan senyum.

Kak Uta memakai jaket dan tasnya lalu bergegas keluar. Sekarang tinggal gue di sini. Sendiri. Sama simbak di background. Dalam keadaan tidak rela. Gue tahu kak Uta tadi ingat. Apakah kak Uta meremehkan gue...?

....

Entahlah. Gue tidak bisa berpikir hal buruk tentang kak Uta yang begitu baik dan ramah. Sepertinya ia tahu kalau gue masih pemula dan ingin memberi kesempatan untuk bermain dan berjuang.

Gue tertunduk. Satu yang pasti, gue akan berlatih. Dan saat berikutnya kita bertemu, gue akan serius dan mengalahkan kak Uta! Lihat saja nanti Kak! Gue percaya gue mampu!

Gue pun beranjak dari Hobbies. Dengan sebuah senyuman percaya diri.

5 komentar:

Wkwkw LP nya udah kelewat tipis, sekali colek koit....

Ada pemilik deck Bonds Beyond Time yang asli di Jakarta. Dia Cukup terkenal di kawasan Jakarta Selatan dan Depok. Mungkin akan menarik kalau anda coba sekali-sekali main ke Jakarta. Orang ini biasa ada di Animachi Gandaria City setiap hari Minggu

^ i know that epic man

lah ini cerita kenyataan ya?
ih waw :O

tambahin gmbrnya kayaknya keren, sukur2 ada yg bisa bikin komik

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More