Jumat, 20 Januari 2012

Florsheim Metagame Analysis : Khamenman's Backrow Theorem

"Begini ceritanya, setiap hari senin, salah satu kru Florsheim, berganti-ganti tiap minggu, diwajibkan membuat sebuah artikel dengan muatan metagame analysis yang kompetitif. Karena artikel-artikel tersebut sudah menumpuk cukup banyak, gue memutuskan untuk membagi beberapa untuk non-Kaijin. Berikut merupakan artikel dari Khamenman a.k.a. Louis Marcel tertanggal 14 November 2011"


Pertama-tama, gw mau bilang kalau gw bingung mau nulis apa. Gw udah lama ga main, sudah nggak tahu perkembangan meta seperti apa, serta kartu-kartu jago di booster baru itu isinya apa aja. Jadi harap maklum kalau artikel gw kali ini nggak tajam atau bahkan kalian sudah tau.

Sometimes gw masih main DN, tapi itu juga karena gw nggak tahu kartu baru. Jadinya gw tetep pake satu jenis deck doang : Junk Doppel. Gw juga masih nyempet-nyempetin baca report YCS yang kemaren sih pas Billy Brake juara pake Tengu Plant Synchro. Mari kita mulai artikel gw ini.

Seperti yang kita tahu, dengan lepasnya Heavy, sekarang orang sangat hati-hati dalam nge-set back row. Dengan mudahnya counter yang berupa trap atau quickplay bisa kena MST apa lagi Heavy. Emang sih kita bisa bilang bawa aja Starlight Road buat ngelindungin back row kita, jadi mari kita bahas beberapa kemungkinan plus minus deck dengan backrow, dan relevansinya dengan kartu yang aktif dari tangan macem Veiler, Maxx C, Tragoedia, dan Gorz.

1. Heavy Back Row
Deck dengan tipe heavy back row ini seperti yang kita tau, sangat bergantung sama backrow sebagai pengganggu strategi lawan, biasanya berupa satu trade satu card macem Dimensional Prison, Mirror Force, Torrential Tribute, dan macem-macem trap card dengan tipe monster removal. Dengan releasenya Heavy Storm dan MST menjadi 3, menurut gw strategi ini efektivitasnya berkurang.

Namun kalau somehow kita bisa melindungi backrow kita dengan Starlight dan kita terus mengganggu strategi lawan dengan monster removal trap-based, maka strategi ini masih punya potensi yang bagus untuk menghadapi meta yang special summon based. Ditambah kartu-kartu stopper dari tangan seperti Maxx C dan Effect Veiler.

Tips: Skill Drain kartu yang bagus untuk mengcounter strategi lawan, as long as kita bisa melindungi Skill Drain kita terutama dari Heavy Storm

2. Light to No Backrow
Menurut gw, ini adalah salah satu opsi terbaik untuk format sekarang. Kenapa? Karena dengan bertebarannya heavy dan 3 MST, justru dengan mengandalkan  backrow sesedikit mungkin, kita justru bisa membuat Heavy dan MST lawan not so effective.

Ini memang tergantung dari cara main alias playstyle kalian, tapi gw cukup sering menemukan pas gw main, lawan nge-set MST dan kalau kalian bisa baca yang diset itu MST, kalian tinggal ga usah ngeset kartu belakang. Akan ada saatnya lawan mau ga mau ngeset kartu backrow ke2 atau bahkan lebih, dan kalian bisa menghukum lawan kalian dengan Heavy Storm untuk +1 atau bahkan lebih.

Mungkin ada yang bertanya-tanya, masa karena kita ngebaca set lawan itu MST trus kita ga set-set lagi? Nah, strategi ini emang cuma untuk deck dengan tipe light to no backrow seperti ini, jadinya kita memang dari awal ga bergantung sama backrow karena jumlah trap yang kita gunakan sesedikit mungkin. Sebagai contoh, trap di deck Junk Doppel gw Cuma ada 2: Trap Dustshoot dan Torrential Tribute.

Trus bagaimana kita bertahan dari serangan swarming lawan dengan trap Cuma 2 biji? Gunakanlah “trap” dari tangan yang saat ini sedang populer: Maxx C dan Effect Veiler untuk menghentikan swarming lawan! Unpredictable, ga perlu di set, bisa dipake pas turn kita sendiri (Maxx C) ataupun di turn lawan. Tapi kartu semacam ini ga cuma terbatas sama Maxx C dan Veiler lho, jangan lupa ada Gorz dan Tragoedia juga.

Masih ingat bagaimana French Twilight LS begitu berjayanya walaupun cuma sesaat? Saat itu hampir tidak mungkin mengalahkan deck tersebut karena pertahananya yang begitu ketat, ada Gardna, Tragoedia, dan Gorz, membuat swarming lawan untuk mencoba meng-otk kamu gagal, dan kamu dengan mudahnya membersihkan field lawan dengan secengnya Judgment Dragon di turn berikutnya. Strategi yang simple, namun sangat efektif.

Nah, kalau berdasarkan meta yang gw liat di report YCS kemaren, mereka bahkan sampai menggunakan 3 Maxx C di main deck, simply karena Maxx C bener-bener efektif untuk menghentikan play lawan. Either lawan play terus dan berharap bisa mengotk dirimu saat itu juga dengan konsekuensi kalau gagal, maka mereka yang akan kalah karena perbedaan card advantagenya yang sudah terlalu jauh, atau stop special summoning, yang mana juga bukan pilihan yang bagus karena itu artinya membiarkan field mereka berada dalam posisi yang lemah dan tanggung.

Bisa bayangkan mengkombinasikan Maxx C dan Tragoedia plus Gorz? Bahkan ketika lawan memaksa untuk terus special summon dengan harapan bisa meng-OTK kamu, malah hanya meningkatkan persentase kamu mendapatkan Gorz atau Tragoedia, yang artinya kamu ga akan bisa di-OTK dan kamu sudah plus banyak dari Maxx C. Untuk saat ini, deck Junk Doppel gw menggunakan 3 Maxx C, 2 Effect Veiler, 2 Tragoedia, dan 1 Gorz.

Percayalah, gw cukup sering menang cuma karena lawan ga bisa ngehandle Tragoedia dengan attack 3000 yang tiba-tiba turun dari langit, eh, dari tangan maksudnya.  Jangan lupa, untuk deck dengan tipe ini, harap menggunakan backrow removal secara maksimal (minimal 1 heavy dan 3 MST sebagai backrow hate).

3. Medium Back Row.
Deck dengan jenis medium back row ini pada dasarnya mengganti beberapa kartu yang bertipe “response dari tangan” dengan powerful trap cards macem Solemn Warning dan Solemn Judgment dengan argumen kartu-kartu ini masih terlalu powerful untuk dilewatkan.

Fakta membuktikan kalau tipe deck medium back row ini memang masih merupakan deck tipe terbaik, terbukti dengan menangnya Billy Brake di 2 YCS terakhir. Tapi IMO sebenernya deck ini kurang efektif karena justru tanggung: dia ga punya cukup banyak backrow dan ga punya perlindungan ekstra dari Tragoedia, sementara chance Solemn Warning kena tembak MST cukup besar karena MST lawan besar kemungkinan bakal kesimpen karena minimnya kartu untuk diset. Jadi begitu sekalinya ngeset Solemn, kena MST yang uda lama kesimpen menunggu mangsa.


Kesimpulan:
Sesuai dengan prediksi gw yang gw pernah bilang ke beberapa anak Florsheim dulu supaya nyetok Maxx C, sekarang Maxx C terbukti jadi staple dan harganya yang meroket (untung masih ada 3 di deck). Kebalikan dengan fakta, menurut gw justru sebenernya medium backrow itu di antara 3 strategi itu yang paling kurang bagus karena “nanggung”, dan strategi yang menurut gw paling bagus itu yang tipenya light to no backrow.

Coba lah untuk menggunakan strategi ini ditambah Tragoedia dan Gorz, dan kamu bakal takjub (semoga) dengan hasilnya karena sampe sekarang, ga mudah bagi lawan untuk ngehandle Gorz atau Tragoedia yang attacknya sangat gede. Sabtu depan gw berencana ikut turney pertama gw di sini di Amsterdam bareng om Edo pake deck Junk Doppel gw. Semoga deck dan skill gw masih cukup kompetitif setelah lama tidak digunakan, dan nanti bakal gw coba buat reportnya.

Untuk artikel ini, gw tau sangat berantakan strukturnya atau bahkan mungkin kalian tidak setuju dengan pendapat gw. Harap maklum karena gw sudah 3 bulan meninggalkan dunia peryugioh-an, sehingga gw sadar gw kurang up-to-date sekarang ini. Bagi yang punya banyak waktu dan berkenan, saya sangat berterima kasih kalau ada yang mau mengedit artikel ini supaya lebih rapihan enak dibaca :D

Gw sangat mengharapkan kritik dan masukkan dari kalian para kaijin, karena dengan kritik dan masukkan ini salah satu cara cepat supaya gw kembali update dengan meta sekarang. Sekian dan terima kasih.

Khamenman 


PS. Minta bantuannya ya guys buat share di Facebook atau Twitter dengan mengeklik logo mereka di kanan atas halaman ini. Lalu kalau kalian belum like Facebook Fanpage atau belum follow Twitter kami, di kanan atas juga ada link menuju ke sana.

2 komentar:

sharing pengalaman aja... sekarang deck yang favorit gw pake ada 2... yang satu heavy backrow (16 trap, belom sama monster-monsternya), yang satu lagi full monster.... masing2 ada kekurangan dan kelebihannya.. full monster membuat heavy, mst, dan bahkan starlight road gak efektif sama sekali, dan juga membuat lawan "terintimidasi" dengan jumlah hand kita yang banyak.. di sisi lain, deck heavy backrow cukup membuat lawan pikir panjang untuk melakukan suatu gerakan, karena rata2, giliran pertama ada 3-4 backrow...

Sasuga...bener-bener menang turnamennya abis artikel ini dibuat

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More