Senin, 21 Januari 2013

Florsheim Info : Vandy's Shadow Tourney 5 Report Part One

Hi guys,

Maaf nih sudah cukup lama vakum dan tidak ada post baru. Maklum karena beberapa hal, termasuk persiapan menghadapi dan penanggulangan musibah Jakarta kemarin, gue jadi nggak bisa update blog. Bahkan untuk mengecek Deck Challenge maupun Article Challenge saja belum semua dibaca.

Kebetulan kemarin di hari Sabtu, gue menyisihkan waktu untuk mengikuti turnamen yang cukup besar, yakni Shadow Tourney 5. Berikut ulasannya. Ini akan panjang guys, jadi bertahanlah!

Days Before Tournament

"Kosong adalah isi, isi adalah kosong."

Gue yakin kalian sangat familiar dengan kutipan di atas. Kata-kata tersebut sering sekali diucapkan oleh biksu Tong Sam Cong kepada anak buahnya agar tetap bersabar dan berkepala dingin. Kata-kata tersebut biasanya cukup manjur membuat mereka, bahkan Go Kong yang buas, menjadi lebih logis menghadapi masalah.

Lalu apa hubungannya dengan Tournament Report? Simple. Kutipan tersebut sangat mempengaruhi pemilihan deck gue untuk turnamen-turnamen besar. Semakin kosong pikiranmu, tanpa perlu berkonsentrasi apa-apa, semakin kamu bisa berkepala dingin dan berduel secara efisien. Oleh karena itu, gue beberapa tahun terakhir selalu memilih deck yang se-Auto-Pilot mungkin dalam turnamen besar, seperti dulu Karakuri dan Dino Rabbit. Mungkin lain kali akan gue bahas kajian di baliknya lebih detil, kalau gue minat.

Unyu dan Mematikan
Hal tersebut membuat gue menganalisa deck apakah yang paling Auto-Pilot di meta sekarang. Deck yang populer dan tier satu saat ini bisa dibilang terbagi beberapa, Mermail, Wind-Up, Agents, Dark World, dan Dino Rabbit. Seperti yang sudah kalian kira, gue memilih Dino Rabbit dengan Macro Cosmos, mengingat 4 dari 5 deck tier satu tersebut auto-lose terhadap Macro Cosmos.

Setelah gue tes dalam Dueling Network, dengan sistem shufflingnya yang cukup kacau juga, ternyata Dino Rabbit di meta sekarang sama sekali berbeda dengan Dino Rabbit di meta kemarin. Versi terbaru ini tidak auto-pilot! Timing pengaktifan tiap kartu, manajemen negasi efek, bahkan Spell dan Trap yang di-Set pun perlu pemikiran yang matang mempertimbangkan match-up saat itu.

Alhasil gue batal memakai deck yang pernah membawa gue juara tiga di Nats tahun lalu tersebut. Lantas gue akan memakai deck apa ke Shadow Tourney ini? Beberapa kandidat adalah Agents, Chaos Dragon, Geargia, dan Spellbook. Melihat kandidat ini, yang paling auto-pilot mainnya adalah Chaos Dragon. Cukup mill sebanyak mungkin di awal dan keluarkan naga-naga besar di akhir. Saking auto-pilot-nya, Xyz yang perlu gue pikirkan hanyalah Xyz Rank 3 dari Tour Guide dan sisanya kondisional karena jarang-jarang ada dua monster berbintang sama di field.

Tapi Lebih Gahar yang Ini
Gue sempat terpikir menggunakan Agents, namun setelah dicoba, ternyata gue tidak suka dengan cara mainnya. In the end, gue memilih Chaos Dragon sebagai partner gue di turnamen ini. Pengetesan intensif pun dilakukan (harusnya), hanya saja setelah mengetes beberapa kali saja dan puas dengan statistiknya, gue malah kepincut mengetes deck Spellbook Reaper, yang menyebabkan gue tidak tahu harus siding kartu apa saja sampai hari turnamen tiba.

Oh well.... YOLO!

Day of Tournament, Before Show Time

Kalau kamu tahu tips menjelang turnamen besar, salah satu yang paling penting adalah tidur yang cukup. Sayangnya karena gue harus membuat deck fisik yang akan gue gunakan untuk turnamen, gue mesti berjuang lebih keras mencari bahan-bahannya dari tumpukan kartu gue. Belum lagi kartu yang akan dipinjam teman-teman.

Setelah mengubek-ubek koleksi gue, ternyata gue kekurangan beberapa kartu, seperti Solar Recharge, Lyla (yang nantinya digantikan Ehren), Lightpulsar Dragon, Photon Bounzer atau Exa-Beetle (Rank 6), dan Blackship of Corn. Untungnya Kevin dan oom Sukirman (Aday) meminjamkan mereka. Thanks guys! Bagi yang penasaran, ini deck gue pada akhirnya:

Decklist Seadanya
Seharusnya di turnamen ini ada empat kaijin Florsheim yang berpartisipasi, Gue, Dean, Kevin Wijaya, dan Jhovie. Sayangnya Jhovie kebanjiran dan harus membantu keluarganya, sehingga tidak bisa mengikuti. Akhirnya hanya kami bertiga yang maju mengikuti turnamen ini.

Turnamen yang akan kami ikuti adalah Shadow Turney 5. Turnamen ini unik sekali, diadakan oleh Andri dan disupport oleh CnG. Yang menarik adalah, ada beberapa aturan khusus yang bisa membuat permainan menjadi berbeda. Pertama, setiap mulai duel kita dan lawan draw awalnya enam. Kemudian masing-masing memilih tiga kartu dari hand untuk ditunjukkan ke lawan. Lawan pun memilih satu dari kartu kita, juga sebaliknya, untuk dishuffle kembali ke deck.

Aturan itu sederhana, kita bisa mengetahui dua kartu lawan, namun aturan ini bisa sangat berpengaruh pada cara bermain kita, terutama kalau Trap atau Hand-Trap yang ditunjukkan. Jika kita tahu ada Torrential Tribute, maka kita bisa menghindari summon banyak-banyak, jika kita tahu ada Mirror Force maka kita akan mengubah satu monster ke defense sebelum menyerang, dan sebagainya.

Lalu aturan unik kedua adalah, tiap ronde akan dipilih satu Ghost Duelist secara random yang diberikan satu atau dua kartu Ghost. Pemain yang bisa mengalahkan Ghost Duelist ini akan mendapatkan kartu-kartu tersebut, tetapi kalau Ghost Duelist ini bisa bertahan agar tidak kalah, maka kartu Ghost tersebut menjadi miliknya. Sayang sepanjang turnamen gue nggak kebagian menjadi atau melawan Ghost Duelist.

Salah Satu Hadiah Ghost Duelist
Di turnamen ini, Dean tidak membawa deck apapun karena ia baru saja menjual deck Wind-Up andalannya sehingga ia meminjam bahan-bahan deck Agents gue. Sedangkan Kevin, setelah cukup lama tidak bermain, ia menyiapkan sebuah deck Wind-Up untuk dipakai. Setelah kami bertiga selesai menulis decklist dan mengobrol-ngobrol mengenai deck dan cara bermain, tiba-tiba terbesit sebuah ide gila: Bagaimana kalau Dean dan Kevin bertukar deck?

Dean jauh lebih berpengalaman daripada Kevin dalam memainkan Wind-Up. Sedangkan Kevin pun dulu lebih sering menggunakan deck Agent dibanding Dean. Kami bertiga bimbang sesaat. Namun sesudah memikirkan plus minusnya, Kevin dan Dean setuju untuk bertukar deck dengan saling mengganti nama di decklist yang telah ditulis. Kami bertiga pun saling bertatapan, dan akhirnya tertawa sambil meneriakkan YOLO!

Bersambung,
Vandy

Monggo langsung klik ke Part Two-nya: Shadow Tourney 5 Report Part Two

2 komentar:

Wow, SH emang unik ssih, gw pengen ikkut kemarin, cuma sial banjir.

Bisa nulisin rule lengkap SH kak?

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More