Senin, 10 Oktober 2011

Florsheim Story Chapter One : The First Day - Part 2





"Berhubung sudah banyak yang mau repot komentar, gue lanjutkan Florsheim Story. Selain itu, dari masukan para duelist, sistem komentar akan dipermudah sehingga kalian dapat melakukan komentar di situs ini menggunakan akun facebook kalian. Happy reading!"


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


"Bang, ntar turun deket Vega yaaah!" teriak gue dari pojokan kanan sebuah angkot isi enam empat ke arah supir.
"Pega naon deeek?" teriak balik si abang sopir tanpa menengok.

Jadi gue akan pergi ke Hobbies untuk pertama kalinya. Menurut beberapa orang di forum Yugioh Indonesia, cara termudah mencapai Hobbies adalah pergi ke toko game Vega, yang cukup terkenal katanya, lalu jalan beberapa meter menuju Rangga Point, tempat Hobbies berada.

Kemudian cara menuju Vega dari kampus gue, katanya adalah, simply naik angkot apapun di jalan dago ke arah bawah. Dan di sini lah gue sekarang, berpetualang mencari Hobbies. Naik angkot.

"Vega, toko game itu Baaang!!" teriak gue makin keras. Membuat seantero penumpang nengok ke arah gue.
"Wah abang mana ngerti Pega deek!" Para penumpang sekarang nengok ke abang.

"Ituuu tuuuh yang deket Dunkin Donuuuts!!" Semua nengok ke gue lagi.
"Apalagi ituh dek, abang mana tau Dangkindon Dangkindonaaan!" Mereka nengok lagi ke si abang. Lalu wasweswos sama sebelahnya, kayaknya mereka juga nggak tau Vega dimana.

Gue fespalem. Yaitu perbuatan menempelkan telapak tangan ke wajah karena tidak tahu harus bicara apa setelah melihat kebodohan ini. Pengetahuan abang ini sungguh dangkal dan dia nggak kompeten sama jalurnya sendiri. Emang tiap hari ngelewatin itu kagak diapalin jalannya? Atau begitu malam ingatannya kena format? Jangan-jangan hard disk si abang ini rusak makanya memorinya ngadat.

Tiba-tiba, gue ingat nama mal deket Hobbies yang dikasih tau anak Yugioh Indonesia.

"Itu loh baaang, deketnya Plaza Dagooo!!" teriak gue penuh kemenangan. Penumpang yang lain pun mengangguk ke arah gue dengan mulut monyong dan tampang lega seakan berkata 'Oooh, itu toh yang dia maksud'.
"Yo oloh deeek, kalo mau kesitu naik angkot yang ijooo, bukan yang pink iniiii". Suasana seketika hening.

..

....

......

"Kiriii baaang!!"



To be continued....

2 komentar:

lanjut gaaaaan, hahaha, ceritanya bener2 menghayati, ampe settingnya super detail, ditambah lagi logat sunda sang supir angkutan, ngebuat gua serasa jalan2 ke bandung aja...

penasaran nih, pas ngebuli ama ketemu ama kaijin yg lain gimana jadinya

Wah, kirain ada duelnya, kenapa malah "duel" sama abang-abang angkot begini... Lanjut gan!

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More