Jumat, 13 April 2012

Florsheim Metagame Analysis : Geirus' All About Anti-Meta


"Begini ceritanya, setiap hari senin, salah satu kru Florsheim, berganti-ganti tiap minggu, diwajibkan membuat sebuah artikel dengan muatan metagame analysis yang kompetitif. Karena artikel-artikel tersebut sudah menumpuk cukup banyak, gue memutuskan untuk membagi beberapa untuk non-Kaijin. Berikut merupakan artikel dari Geirus a.k.a. Kevin Wijaya tertanggal 11 Desember 2011"


Bosan dibuli-buli oleh Tour Guide, Rescue Rabbit, dan kawan-kawannya? Atau tidak terbuli tapi tetap kesal melihat efek dan kombo mereka yang IMBA? Ingin rasanya membalas mereka, menganggu mereka, merusak jalannya deck mereka?

Jangan takut, kita akan buktikan bahwa para pelawan arus, a.k.a Anti-Meta masih dapat dan akan bertahan di format kali! Artikel kali ini akan membahas dan mengupas tuntas varian-varian  deck Anti-meta yang memiliki potensi kuat di format saat ini.



Table of Contents
  1. Apa itu Anti-Meta?
  2. Varian-Varian Deck Anti-Meta yang Berpotensi Tinggi di Format ini
  3. Varian-Varian Deck Anti-Meta yang Sudah Tidak Sekuat Format Lalu
  4. Akhir Kata
1. Apa itu Anti-Meta?

Anti-Meta adalah istilah yang diberikan bagi deck yang  strategi utamanya adalah menghalangi atau menganggu strategi-strategi dari deck meta. Umumnya strategi ini dijalankan dengan kartu-kartu yang bersifat disruptive, pasif, namun konsisten. Di format-format lalu, salah satu senjata utama deck-deck Anti-meta adalah Royal Oppression. Namun, absensinya bukan alasan bahwa Anti-meta tidak bisa bertahan.

2. Varian-Varian Deck Anti-meta yang Berpotensi Tinggi di Format ini.

Di format ini, setidaknya ada empat jenis varian Anti-meta yang berpotensi cukup tinggi, dan kita akan membedah playstyle, kekuatan, serta kelemahan masing-masing deck. Deck-deck tersebut adalah:
Hero Beat
T.G. Beast Anti-meta
Malefic-Town-Valley
Merlin Schumacher’s Deck

2.1. Hero Beat
Filosofi: PROFIT



Deck Hero Beat merupakan salah satu deck Anti-meta tertua dan paling terkenal. Deck ini berfokus pada konsistensi. Perlahan tapi pasti.

Monster-monster di deck ini umumnya bersifat stand-alone, dan di-backup dengan Spell dan Trap pengganggu yang bersifat fleksibel dan umumnya 1-for-1. Namun dengan timing yang tepat, kartu-kartu tersebut dapat berubah menjadi kartu +1! Sebagai heavy hitter-nya, deck ini juga menggunakan 2-3 Miracle Fusion yang menghasilkan monster floater GEDE bernama The Shining.

Monster utama dari deck ini adalah Stratos, Rai-Oh, dan Neos Alius, sembari dibackup monster-monster disruptive lainnya serta Gemini Spark dan berbagai Trap Card.

Rough draft:
1 E-Hero Stratos
3 E-Hero Neos Alius
2-3 Thunderking Rai-Oh
1 Honest
0-2 Effect Veiler
0-2 Maxx “C”
+ monster-monster disruptive lainnya (dibahas nanti)

3 Gemini Spark
2-3 Miracle Fusion
+ staple-staple, termasuk Pot of Duality

2-3 Dimensional Prison
0-2 Compulsory Evacuation Device
+ staple-staple Trap lainnya

Mengapa Compulsory digunakan? Jawabannya karena Compulsory menjadi kartu yang sangat bagus di format ini. Di format ini, hampir semua deck meta menggunakan Tour Guide – akses instan menuju Xyz level 3, yang salah satu pilihan utamanya adalah Wind-Up Zenmaines, karena Zenmaines merupakan tembok yang lebih baik dari Leviathan Dragon dan bisa digunakan baik secara ofensif maupun defensif.

Karena menyingkirkan Zenmaines tanpa kehilangan resource adalah hal yang sulit, Compulsory menjadi berguna karena dapat menyingkirkan Zenmaines secara instan. Di situasi lain, Compulsory juga dapat mencegah Synchro/Xyz summon, membersihkan jalan, maupun menyelamatkan monster-monster kita. Situasi lain yang membuat plus adalah jika lawan menggunakan MST pada Compulsory; segera chain untuk bounce Stratos anda.

???.

PROFIT.

Monster disruptive lainnya

Tergantung dari meta lokal di tempat masing-masing dan orientasi deck anda, setidaknya ada tiga kombinasi monster yang bisa dipilih. Tentu saja, kombinasi yang ada tidak hanya terbatas pada tiga ini, tetapi masih bisa dikembangkan sesuai kreasi anda.

err...klik untuk memperbesar...?
Kekuatan:
Mudah mendapatkan plus
Konsisten berkat adanya searcher (Stratos, E-Call) dan beater-floater (The Shining)
Fleksibel berkat adanya Gemini Spark
Semua monsternya beater
Tidak terlalu reliant ke backrow

Kelemahan:
Sulit mengatasi wall monster seperti Reaper, Zenmaines karena hanya memiliki 3 Gemini Spark (inilah mengapa Compulsory digunakan)

2.2. T.G. Beast Antimeta
Filosofi: Lol U Mad?



Sesuai namanya, monster andalan dari Deck Beast Anti-meta adalah King Tiger Wanghu. Keberadaannya saja sudah bisa membuat banyak play tidak available bagi lawan. Untuk men-support ATK-nya yang kecil, digunakan 3 Horn of Phantom Beast yang juga berfungsi sebagai alat pencari plus (bahkan lebih nikmat lagi bila digunakan pada Damage Step saat musuh menyerang).

Untuk menjaga flow monster sehingga tidak kehabisan resource, digunakanlah monster-monster T.G., yaitu Striker, Rush Rhino, dan Warwolf. Rush Rhino yang menjadikan dirinya sendiri 2000 saat menyerang merupakan beater yang cukup efektif, apalagi karena ia juga merupakan floater dan target Horn.

Fungsi lain dari monster T.G. adalah kemampuan untuk melakukan big play, yang umumnya jarang terjadi di deck Anti-meta. Karena kemampuan search yang kuat, sangat mudah dan sering terjadi kesempatan untuk memunculkan Trishula atau Synchro lainnya. Di kala musuh sudah susah-susah menghilangkan Wanghu / Skill Drain, eh malah kena Trishula... U Mad?

Deck ini juga menggunakan 2-3 Skill Drain, Dimensional Prison, dan Starlight Road. Starlight Road dirasa dibutuhkan karena deck ini lebih reliant kepada backrow dibandingkan Hero Beat. Skill Drain tidak akan menganggu jalannya deck karena:
Untuk cadangan jika Wanghu tewas dan lawan ingin big play
Efek-efek monster T.G. aktif di Graveyard
Horn of Phantom Beast + Skill Drain akan sangat merepotkan lawan

Rough Draft
3 King Tiger Wanghu
3 T.G. Rush Rhino
2-3 T.G. Striker
2-3 T.G. Warwolf
0-2 Thunderking Rai-Oh
0-2 Beast King Barbaros

+ Staple Spell, termasuk Pot of Duality

3 Horn of Phantom Beast
2-3 Skill Drain
2-3 Dimensional Prison
1-2 Starlight Road
1-2 Dark Bribe
0-2 Call of the Haunted
1 TG1-EM1
+ Staple Trap

Contoh Fun Play:
Lawan summon Venus / Debris / Tour Guide / Asceticism / GUB / Spore --> Chain COTH, revive Wanghu.



Kekuatan:
Benar-benar membatasi gerakan lawan dengan Wanghu dan Skill Drain
Flow monster konsisten
Bisa melakukan big play
Cukup mudah mengatasi wall monster (Skill Drain, TG1-EM1, Trishula)
Good matchup melawan T.G.-Agent, Six Samurai, Tengu-Synchro, dan deck lain yang mengandalkan monster kecil

Kelemahan:
Lebih reliant ke backrow
Bad matchup melawan Hero Beat atau Malefic-Town-Valley

2.3. Malefic-Town-Valley
Filosofi: Problem?


Deck paling badak di format ini. First turn 4000, problem?

Deck Malefic-Town-Valley memfokuskan pada monster-monster besar yang sangat mudah di-Summon. Pemukul utama dari deck ini adalah... err... ya, semua monsternya. Malefic Cyber-End, Malefic Stardust, Gadjiltron Dragon, hingga Barbaros. Rai-Oh juga bisa di-splash, tergantung preferensi.

Deck ini bermain dengan me-rush lawan, kemudian mengunci gerakan lawan dengan Skill Drain dan Necrovalley. Play yang mengasyikkan dari deck ini adalah men-Set Geartown 1-2 kali (tergantung kebutuhan; hati-hati overextending), kemudian ditimpa dengan Necrovalley. Grave terkunci, dan kita mendapatkan beater 3000 yang tidak bisa dijebak Mirror atau Prison. Field kosong, Limiter for the game, problem?

Keunggulan khusus dari deck ini adalah, deck ini sangat efektif melawan Dino-Rabbit.

 

Meski ada Lagia-Dolkka sekalipun, yang perlu dilakukan hanyalah men-Set Geartown kemudian menghancurkannya (bisa ditimpa Set field lainnya juga). Ba-Dum Tss! Gadjiltron pukul Lagia, problem?

Atau mau cara lain? Summon any Malefic (di-Solemn sama Lagia), summon another one to attack. Problem?

Rough Draft
3 Malefic Cyber End Dragon
3 Malefic Stardust Dragon
2 AG Gadjiltron Dragon
2-3 Beast King Barbaros
2-3 Gravekeeper’s Commandant
0-2 Thunderking Rai-Oh

3 Geartown
2-3 Necrovalley
0-2 Terraforming
1 Limiter Removal
+ Staple Spell

3 Skill Drain
1-2 Starlight Road
1-2 Dark Bribe
+ Staple Trap

Keunggulan:
Sangat unggul melawan Dino-Rabbit
Sangat unggul melawan Twilight-sworn (ATK besar, Skill Drain, Valley)
Good matchup melawan Hero Beat
Mudah OTK bila beruntung
Bisa melakukan big play

Kelemahan:
Bad matchup melawan Burn, dibandingkan dengan Anti-meta lainnya.
Creature Swap / TG1-EM1. Karena monsternya gede? BUKAN. Karena effect Malefic yang hanya memperbolehkan ada satu Malefic di field adalah merupakan efek yang diapply di tangan, sehingga tidak ter-negate Skill Drain. Opponent got Malefic Cyber End, you’re kinda screwed.

2.4. Merlin Schumacher’s Deck
Filosofi: Bhinneka Tunggal Ika


Silakan diklik untuk memperbesar
Merlin Schumacher adalah salah satu duelist yang menembus Top 16 YCS Brighton lalu, dan satu-satunya yang menggunakan Anti-meta. Deck Merlin dibuatkan seksi tersendiri dalam artikel ini karena decknya tidak masuk ke dalam tiga kategori sebelumnya.

Keunikan dari deck Merlin terletak pada lineup monsternya. Monster-monsternya tidak memiliki anything in common, kecuali satu hal: semuanya adalah monster Anti-meta. Mulai dari Banisher, Kycoo, Rai-Oh, Fossil Dyna, hingga Grand Mole, ditambah beberapa splashable monster seperti Breaker, Reaper, dan Gale.

Lineup Spell-Trapnya terdiri dari kartu-kartu pem-backup monster-monsternya, seperti Shrink dan Safe Zone (you guessed it right, for Fossil Dyna!), ditambah Spell dan Trap yang sudah menjadi staple di deck-deck Anti-meta seperti Prison, Duality, Warning, dll..

Tak dapat dipungkiri, deck ini adalah deck yang kuat, karena terbukti menembus Top 16 sebuah YCS. Namun, ada satu kekurangan dari deck ini: deck ini bergantung pada lingkungannya.

Karena monster-monsternya sebagian besar bersifat meta-disruptive, deck ini akan sangat ampuh bila dimainkan di lingkungan yang meta-heavy seperti YCS. Akan tetapi, bila dimainkan di lingkungan yang variasi decknya lebih luas, deck ini akan mengalami kesulitan.

Ambil contoh deck Chaos-Tengu-Alchemist dari Top 8 Roadshow Bandung lalu. Deck ini memiliki cukup banyak beater dan tidak terlalu pusing dengan keberadaan Banisher maupun Fossil Dyna sekalipun. Ambil contoh lain, sesama deck Anti-meta. Tiga Anti-meta kategori sebelumnya akan memiliki advantage jauh karena kartu Main Deck mereka yang menjadi dead card tidak sebanyak deck ini, dan mereka memiliki lebih banyak beater.

Karena itu, memainkan deck ini memerlukan observasi terlebih dahulu terhadap lingkungan. Jika lingkungan memadai, deck ini akan menjadi sangat efektif. Use it wisely.

Kekuatan:
Sangat meta-disruptive. Setiap monster yang ada memberikan restriction terhadap gerakan lawan. Intinya, good matchup terhadap deck meta manapun.
Konsisten karena menggunakan kartu seperti Shard of Greed (untuk menambah plus atau mengubah sasaran MST lawan) dan Safe Zone.
Dapat beradaptasi terhadap berbagai kondisi in-game secara umum karena mengikutsertakan wall monster (Reaper), bouncer (Grand Mole), dan support attacker (Shrink dan Gale).

Kelemahan:
Reliant terhadap lingkungan.
Bad matchup melawan Anti-meta dari tiga kategori sebelumnya.
Bad matchup melawan Burn karena tidak adanya penembak kartu

3. Varian-Varian Deck Anti-Meta yang Tidak Sekuat Format Lalu

Format berubah, Meta berubah. Karenanya, ada beberapa deck Anti-meta yang tidak lagi seefektif format-format lalu. Bukan berarti deck-deck ini sudah mati, hanya saja efektifitasnya sebagai sebuah Anti-meta sudah berkurang karena perubahan format.

3.1. Macro Anti-meta

Dengan atau tanpa Guardian Eatos. Macro Anti-meta sudah berkurang efektifitasnya karena banyak deck meta yang sudah tidak terlalu bergantung pada Graveyard. Sebut saja, Dino-Rabbit, Agent (masih memiliki Gachi-Gachi, Hyperion tak berpeluru, dan T.G. untuk Synchro), Karakuri. Deck ini juga outshadowed oleh varian-varian baru yang memiliki lebih banyak fleksibilitas dibandingkan hanya sekedar Skill Drain-Prison.

3.2. Gadget-Oppression

Alasan pertama adalah Oppression di-ban. Alasan kedua, Gadget tidak memiliki boss monster. Lineup Spell dan Trapnya yang mengganggu musuh sekarang lebih mudah dipatahkan dibandingkan dulu karena adanya kartu-kartu seperti Forbidden Lance, Evolzar Laggia, ataupun bisa ditembak oleh kartu seperti Hyperion.

4. Akhir Kata

Akhir kata, jangan takut untuk tampil berbeda dan melawan meta. Ada kesenangan tersendiri untuk memainkan deck yang tidak hanya menyerang untuk menang, tapi sedikit lebih pasif namun disruptif.

Terakhir, jangan takut untuk berkreasi sendiri dan menemukan varian baru Anti-meta. Deck-deck yang dibahas dalam artikel ini hendaknya jangan dijadikan pembatas kreatifitas, namun dijadikan referensi untuk semakin kreatif.

Enjoy your duel!


Kevin Tri-Edge // Geirus

9 komentar:

lawan summon GUB/Spore, terus chain CoTH panggil wanghu.
emang ngaruh gitu?

@^ maksudnya, saat lawan mengaktifkan eff GUB ato Spore di Grave, chain dengan CotH ke Wanghu, maka GUB ato Spore saat muncul di field langsung mati :)

@ anonim: urutan chain link diperhatikan. SS GUB/Spore, chain CotH, maka urutannya: CL2 = CotH dan CL1 = special summonnya si GBU/Spore. Resolve mulai dari CL dgn nomor terbesar, maka Wanghu muncul duluan dan GUB/Spore yg di special summon pun langsung hancur. Dibaca aja sekali lagi soal artikel ttg Chain.

hoo kirain pas GUB/Spore dinormal summon.

Meski ada Lagia-Dolkka
sekalipun, yang perlu
dilakukan hanyalah men-Set
Geartown kemudian
menghancurkannya (bisa
ditimpa Set field lainnya juga). Ba-Dum Tss! Gadjiltron pukul
Lagia, problem?
Kenapa Laggia g bisa negate special summon gadjiltron kk...??

karena...
http://florsheimbdg.blogspot.com/2011/12/florsheim-info-rulings-for-dummies.html
dibaca dulu.

WTF DAFUQ!!!! Kok gua ga pernah nyadar ya kalo duet Laggia - Dolkka bisa dipatahin ama kombo 2 spell card: Geartown + random field spell? Udah gitu si Gadjiltron ga bisa di-warning/prison/solemn/mirror lagi

karena
http://duelingnetwork.team-forum.net/t4215-a-solemn-warning-and-some-others-negation-ruling-you-might-not-know

Ane punya deck SkD-cosmos kak, asyik bngt tuh :D
tp sayang, searchernya agak kurang =='

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More