Jumat, 06 Juli 2012

Florsheim Story : Duel Tale Series #1 - Cinduellera



Suatu hari, ada seorang anak tiri, yang sangat mendambakan duel. Kakaknya selalu dibelikan deck bagus sedangkan dia terus menerus dibuli dan hanya memiliki deck jelek sisa kakaknya.

Suatu hari, ada turnamen besar diumumkan dengan bintang tamu seorang duelist terkenal yang terkenal dengan sebutan "Sang Pangeran". Seluruh duelist di kota pergi kesana, termasuk kakaknya. Sedangkan dirinya ditinggalkan sendiri di rumah tidak boleh ikut pergi.

Di hari yang ditentukan, dia tidak bisa ikut ke turnamen dan ditinggalkan begitu saja. Dia menangis di rumah. Tapi tiba-tiba ada seorang duelist baik yang mendengar tangisannya dan bertanya.

Duelist itu mengerti keadaan anak tersebut. Dia mengabulkan permintaannya dengan meminjamkan deck highest rarity miliknya, bersama dengan sleeve spesial yang memantulkan cahaya selayaknya kaca.

Anak itu sangat ingin menerima kebaikan duelist asing tersebut, tetapi waktu turnamen tinggal sebentar lagi sehingga hampir tidak mungkin dia datang tepat waktu. Lagipula kalaupun dia datang, dia akan langsung dikenali oleh kakak-kakaknya dan disuruh pulang.

Duelist asing tersebut pun mengerti, kemudian ia meminjamkan Duel Wheelernya, serta meminjamkan baju cosplay Jack Atlas, lengkap dengan Wig agar tidak dikenali. Kemudian agar cepat daftar, duelist itu pun memberikan decklistnya untuk dikumpulkan.


Syarat dari Duelist itu hanya satu. Anak itu harus pulang dan mengembalikan semuanya sebelum jam 7 malam karena sang duelist sudah ada acara penting lain. Harus tepat waktu. Tidak boleh dilanggar.

Anak itu pun pergi dengan riang ke turnamen. Dia menjadi pusat perhatian karena penampilan ala Jack Atlasnya yang mencolok. Menggunakan deck terbaik dan highest rarity, anak itu sangat menikmati setiap duelnya, serta terus menang hingga tanpa terasa kini ia telah berada di pertandingan Final.

Di Final, ia bertemu sang duelist legendaris dengan gelar "Sang Pangeran". Duelist yang selalu ia kagumi. Mereka bermain dengan sangat seru. Game pertama dimenangkan oleh "Sang Pangeran", yang kemudian disusul oleh anak itu di game kedua.

"Sang Pangeran" sungguh menikmati duel tersebut. Sudah sangat lama ia tidak menemukan lawan yang sepantar seperti ini. Darahnya bergejolak dan ia seakan menemukan rival impiannya.

Kemudian di game ketiga, jam ruangan berdentang keras. Anak itu langsung tersadar. Sudah jam tujuh malam.

Ia harus segera kembali meski harus mengorbankan pertandingan terakhir ini. Anak itu gelagapan. Ia langsung membereskan kartu-kartunya secara tergesa-gesa, membuat "Sang Pangeran" kebingungan.

Anak itu meminta maaf secara cepat sambil memasukkan semua kartunya ke dalam kotak deck. Belum benar-benar beres ia langsung melesat menembus keramaian, dan menghilang dari hadapan "Sang Pangeran".

"Sang Pangeran" hanya bisa terdiam kaget. Sungguh sungguh langka orang yang bisa ia anggap rival, dan sekalinya ia menemukannya, orang itu pergi meninggalkannya di pertandingan final.

"Sang Pangeran" tidak beranjak dari kursinya. Ia masih sangat penasaran atas anak itu. Lalu ia tertegun melihat sebuah kartu di mejanya. Ternyata anak itu meninggalkan sebuah kartu yang tadi ia Mind Control dan gunakan sebagai Xyz Material. "Sang Pangeran" mengambil kartu tersebut dan menganalisanya.

Sleeve yang ia gunakan tersebut sangat mengkilat. Memantulkan cahaya selayaknya kaca. Benar-benar di luar kebiasaan dan ia yakin Sleeve seperti itu tidak dijual bebas di pasaran.

"Sang Pangeran" pun ingin mencari anak itu. Ia yakin anak itu adalah penghuni kota tersebut. Dan ia yakin, meski wajahnya tersamarkan dengan wig dan kostum Jack Atlas, dia pasti dapat menemukan anak itu dari Sleeve yang digunakan.

"Sang Pangeran" akhirnya membuat semacam sayembara. Siapapun yang bisa membawa Sleeve ke hadapannya dan ternyata Sleeve tersebut sama dengan yang ia pegang, maka orang tersebut akan menjadi rekannya di Tag Team Tournament tingkat Nasional.

Semua duelist di kota tersebut menjadi bersemangat. Satu demi satu datang untuk menunjukkan Sleeve yang mereka gunakan. Namun tidak satupun menyerupai Sleeve yang ditinggalkan cosplayer Jack Atlas dulu.

"Sang Pangeran" hampir putus asa, hingga suatu saat, ada anak lusuh yang datang secara sembunyi-sembunyi. Ia mampu menunjukkan Sleeve yang benar-benar sama.

"Sang Pangeran" terkesiap. Ia terloncat kegirangan, merasa menemukan rival sejatinya. Akhirnya anak tersebut diajak oleh "Sang Pangeran" berlaga di tingkat nasional dengan deck yang tier satu pemberian "Sang Pangeran"

Mereka pun hidup bahagia. Selamanya.

Demikianlah kisah dari Cinduellera. Sang anak tiri yang beruntung.


Oke segitu dulu,
Medallion

3 komentar:

Udah gk adaa bahan lagi yah? Sampee nge-post yg beginian? Tapi lumayan lah buat baca sambil nunggu sate selesai dibakar.

@anonim : kalo g suka ga usah dibaca :) Ini bacaan buat fun aja kok

Decknya ga dbalikin pas jam 7 ka :P ?

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More