Rabu, 20 Maret 2013

Florsheim Tips : Enam Alasan Kenapa Kamu Sebaiknya Menggunakan Dark World

Hi guys,

Jadi sebenarnya dalam Florsheim, selain yang kemarin baru insyaf, masih ada satu pengguna Dark World lagi, yaitu Tenjou. Kalau kaijin pertama pengguna DW itu "ndableg" karena susah dibilangin, maka kaijin yang ini sudah "beyond ndableg" sampai kita juga sudah malas bilangin, lol.


Nah, ia kebetulan membaca artikel gue yang kemarin, lalu hal itu ternyata justru menyulut semangatnya untuk MEMBAGI dan MENEKANKAN berbagai sisi positif serta hal yang bisa di-tweak dari Dark World yang gue YAKIN bahkan para penggunanya pun tidak terpikir akan hal-hal ini. 


Ada enam alasan, sesuai dengan angka setan. Mungkin seharusnya akan lebih cocok kalau berjudul Enam Hal yang Pengguna Dark World Harus Tahu, tapi lebih keren begini agar beresonansi dengan artikel sebelumnya. 


Tanpa menunggu lebih lama lagi, mari kita simak!


˹Dark World˼

Open the Gate to POWER!
Jadi ceritanya begini, kemarin malam tiba-tiba saja ada sebuah pesan ˹LINE˼ masuk yang memberitahukan ada artikel ˹FLORSHEIM˼ baru. Notifikasi itu dikirim karena ia mengetahui kalau saya juga adalah salah satu pengguna ˹DW˼ dan sebagai teman yang baik bukankah seharusnya tidak akan membiarkan temannya main ˹DW˼?

Seharusnya sih demikian, tetapi sehabis saya membaca artikel Vandy dan membaca pesan ˹LINE˼ tersebut saya tidak bisa berhenti tertawa karena di sisi lain dengan mengacu pada pepatah lama tersebut, dosa saya padanya sudah sangat besar karena sebagai temannya yang ˹baik˼, saya tidak membiarkannya main ˹Frog Monarch˼, ˹Hero˼, ˹Fire King˼ dsb, dsb.

Terus terang saya suka sekali dengan sentuhan akhir Vandy di bagian akhir artikel tersebut, di satu sisi kita merayakan insyafnya seorang anggota ˹FLORSHEIM˼ dari ˹DW˼ tetapi di sisi lain ada kemirisan tersendiri bila ada seseorang atau beratus-ratus pengguna ˹DW˼ di luar sana yang mungkin merana setelah membaca artikel tersebut. Karena bagi mereka mungkin membaca artikel tersebut rasanya hampir sama seperti membaca pengumuman keluarnya ˹banlist˼. Baru saja beli ˹Zenmaity˼ tapi langsung kena ban, baru beli ˹DW˼ tapi secara tidak langsung sudah kena ˹ban˼ dari artikel kemarin.

Dan karena saya sudah cukup terhibur dengan pesan ˹LINE˼nya itu, maka saya memutuskan mungkin hanya untuk sekali ini saja saya akan menulis sebuah artikel di sini untuk melengkapi artikel Vandy kemarin, dan tanpa menulis panjang lebar mari kita mulai dengan poin pertama.

1. Seorang teman yang baik tidak akan membiarkan temannya main ˹DW˼


Logika dari pernyataan di atas adalah, jika anda masih bermain ˹DW˼ sampai dengan artikel ini dibuat dan teman anda masih membiarkannya, berarti teman anda itu tidak cukup baik untuk menasihati. Benarkah demikian?

Hmmm, tidak begitu juga sih karena teman anda mungkin tidak sampai hati untuk melanggar batas privasi anda, toh uang yang anda habiskan untuk membuat sebuah deck adalah uang uang anda sendiri dan teman anda sama sekali tidak memiliki otoritas atau kepentingan untuk melarang ataupun menasihati kecuali anda memintanya terlebih dahulu.

Tapi seandainya saja teman anda tidak pernah menasihati anda, jangan cepat-cepat menganggap teman anda bukan teman yang baik, karena setidaknya kalian masih punya kami yang di ˹FLORSHEIM˼ yang telah mengingatkan anda untuk tidak bermain ˹DW˼

Di poin pertama ini saya akan berbagi pengalaman saat saya hendak membuat deck ˹DW˼. Pada waktu itu saya baru saja comeback setelah vakum cukup lama dari Yugi. Dan setelah melakukan survey yang cukup saya bertanya pada 2 orang. Yang pertama adalah Om Teddy, saat itu sebagaimana layaknya teman yang baik dia sudah mewanti-wanti kalau ˹DW˼ itu adalah deck yang mati di Game 2, tapi sayangnya saya adalah seorang yang ndableg juga dan saat itu saya berpikir dengan logika seperti ini :

"Seandainya saja saya tidak ikut tourney, maka selamanya tidak akan pernah ada itu yang namanya Game 2. Dan kalau tidak ada Game 2, maka tidak ada yang bisa membuktikan kalau ˹DW˼ itu lemah." (kecuali ada orang-orang yang terbiasa membawa side deck di dalam main deck)

Setelah saya selesai mendableg dengan logika salah seperti di atas saya, langkah berikutnya adalah mencari deck ˹DW˼ dan dalam masa pencarian tersebut saya tidak sengaja bertanya dengan seorang seller. Dan ada poin penting yang menarik untuk dicermati, melalui pertanyaan yang sama dengan pertanyaan yang saya lontarkan pada Om Teddy saya mendapatkan jawaban yang bertolak belakang dengan jawaban Om Ted.

Jadi begitulah ceritanya saya sampai menggunakan ˹DW˼, bukan karena pujian yang dilontarkan oleh seorang pengguna atau penjual ˹DW˼ melainkan karena saya juga ndableg.

2. Dark World itu jago, karena ˹saya˼ kalah dari Dark World


Pada poin ini saya akan membahas mengenai mitos yang sering beredar, yaitu apa yang menjadi tolak ukur kalau ˹DW˼ itu jago? Kecuali seseorang sudah melakukan analisa yang menyeluruh maka poin di atas bisa menjadi sebuah pembenaran, tapi sering kali tolak ukur sebuah deck itu jago hanya sebatas apakah sebuah deck pernah menang di turnamen X, Y atau Z atau bahkan apakah anda, saya atau kita pernah kalah oleh deck itu.

Sampai di sini penilaian seseorang akan sebuah deck itu sifatnya sangat sangat subjektif, dan di sini saya sebisa mungkin menghindari faktor-faktor yang bersifat subjektif seperti ˹LUCK˼ dan ˹SKILL˼ dan mencoba untuk fokus membahas mengenai pure ˹DW˼ saja.

Sebuah pertanyaan kemudian terlontar, kenapa ˹saya˼ bisa kalah dari ˹DW˼ kalau ˹DW˼ itu tidak jago? Apa namanya itu? Apakah yang membuat ˹DW˼ terlihat seram?

Orang-orang pada umumnya akan menjawab, yang membuat ˹DW˼ itu seram adalah karena saat ˹DW˼ di discard maka efeknya akan jalan, yang artinya ˹DW˼ akan banyak melakukan plus sedangkan lawan yang di discard akan mengalami minus, tapi saya sama sekali tidak sependapat dengan hal tersebut karena menurut saya discard ˹DW˼ itu sama sekali tidak menyeramkan walaupun efeknya jalan.

Lalu dari premis di atas munculah sebuah pertanyaan, opini saya tersebut benar atau salah? Jawabnya adalah dua-duanya. Salah karena bila mengacu pada pendapat mayoritas, seharusnya jawaban saya adalah "discard ˹DW˼ itu menyeramkan". Benar karena "discard ˹DW˼ itu tidak menyeramkan bagi si pengguna ˹DW˼"

"Lalu bila tidak menyeramkan kenapa bisa terasa seram?"

Jawabannya terletak di premis terakhir kalimat di atas, discard ˹DW˼ itu menyeramkan bagi lawan ˹DW˼ karena memancing lawan untuk misplay. Apakah pilihan kalian untuk membuang X, Y, atau Z itu benar?

Tapi hanya sampai sebatas di atas itu baru separuh benar, ada alasannya mengapa sampai hari ini ˹DW˼ selalu terlihat struggle menaikkan speed di atas segalanya. Itu karena ˹DW˼ berusaha untuk secepatnya menarik piece kombo terakhir seperti ˹EEV˼ atau apapun itu agar bisa menang. Poin ini untuk sementara kita abaikan dalam penilaian awal karena sifatnya yg masuk dalam topik ˹Variant˼

Oke, jadi kesimpulan saya untuk mitos nomor dua ini, ˹DW˼ itu ˹terasa˼ jago karena saya sudah panik melihat lawan draw banyak dan saya salah men-discard. So don't misplay in this stage.

3. Kartu terbaik dalam ˹DW˼


Beberapa bulan yang lalu, saat Om Ted mampir ke Bandung, seorang pengguna ˹DW˼ di ˹Florsheim˼ bertanya pada saya, apa kartu yang paling penting di ˹DW˼ dan saya jawab ˹Dragged Down˼

Cukup panjang diskusi kami di malam itu, dan rasanya tidak cukup waktu untuk mengulang penjelasan saya itu di sini. Jadi alih-alih, untuk selanjutnnya saya akan melanjutkan artikel Vandy dengan menjelaskan ilusi kehebatan ˹DW˼ itu di bawah ini.

4. Dark World Dealing vs Dragged Down


Pada poin ini saya akan menjelaskan mengapa saya merasa ˹Dragged Down˼ itu lebih superior dibandingkan ˹Dark World Dealing˼ dan mengapa di discard oleh ˹DW˼ itu tidak menyeramkan seandainya saja anda tidak melakukakn misplay dalam men-discard.

Persamaan dari dua kartu di atas itu adalah mereka sama-sama memberikan 2 kartu untuk lawan. Benar, anda tidak sedang salah membaca, dua bukannya satu, karena saat anda mengaktifkannya secara tidak langsung anda telah mempercepat lawan 1 putaran.

Draw phase lawan masuk ke dalam hitungan karena bila anda pernah sempat mengalami main di format ˹Yata˼ atau format ˹Raiza˼-˹PWWB˼ anda akan mengetahui bahwa dalam menghitung sebuah advantage, draw itu juga seharusnya dihitung. Jadi jawabannya adalah 2, bukan 1 sebagaimana yang tertera di ˹DWD˼ atau ˹Dragged Down˼

Oke, semua mungkin sudah tahu perbedaan lainnya, tapi yang mau saya highlite di sini adalah perbedaan yang sangat krusial saja, yaitu saat kita melakukan ˹Dragged Down˼ kita memilih apa yang hendak di discard sekaligus melihat semua isi hand lawan. Dan saya lebih suka tidak mengetahui hanya 2 kartu lawan dibandingkan dengan tidak mengetahui 5 kartu lawan karena saya menggunakan ˹DWD˼ di atas ˹Dragged˼

Namun di samping itu, alasan saya menempatkan ˹Dragged˼ lebih tinggi dibandingkan ˹DWD˼ karena saya lebih suka kalah karena misplay saya sendiri saat men-discard lawan dibandingkan menunggu lawan misplay saat men-discard dirinya sendiri.

4. Discard ˹DW˼


Banyak mitos yang menyebutkan kalau discard ˹DW˼ itu menakutkan. Dan sebagai pengguna ˹DW˼ saya tidak sependapat dengannya. Kebanyakan kartu ˹DW˼ yang di discard efeknya itu hanya akan nge-draw dan draw lagi termasuk di dalamnya search oleh ˹Snoww˼

Apa yang menakutkan dari draw semacam itu? Tidak ada yang menakutkan (kecuali ˹DW˼ bisa menarik final piece kombo mereka)

Bagaimana dengan discard ˹Grapha˼? Sama saja, karena rata-rata dalam 1 Game ˹Grapha˼ hanya akan sempat menembak 2 kali saja. Cuma 2 kali saja, coba bandingkan dengan ˹FF Bear˼ atau ˹Inzektor˼, ˹Grapha˼ bisa menembak itu hanya bonus saja dan tidak perlu ditakuti sampai segitunya.

5. Grapha, Dragon Lord of Dark World


Poin penting berikutnya yang mau saya bahas adalah ˹Grapha˼. Beberapa kali saya sempat di ˹FLORSHEIM˼ menyebut ˹Grapha˼ itu dengan sebutan vanilla. Ada yang setuju dan ada yang tidak, tapi dalam penilaian saya, saya mengkategorikan ˹Grapha˼ dalam kategori vanilla karena terlepas dia sempat menembak ataupun tidak, dia hanya beater dengan attack 2700, 3000 max.

Dengan catatan kecil di bawahnya, seorang pemain Yugi yang sudah berpengalaman biasanya tidak takut dengan beater-beater besar non efek. Jadi seandainya saja ada seseorang yang masih takut dengan ˹Beast King Barbaros˼ yang bisa turun terus tiap turn, saya tidak tahu lagi harus bagaimana lagi.

Oke, sampai dengan poin di atas saya telah mengkategorikan ˹Grapha˼ di dalam kategori vanilla dan pastinya banyak yang tidak akan setuju, karena menurut text book, vanilla itu adalah kartu yang tidak ber-efek seperti kartu-kartu kuning di Yugi dan banyak pula yang akan menunjukkan kalau ˹Grapha˼ masih punya satu sisi positif lagi, bahwa dia itu immortal, dia memiliki efek yang bisa SS terus dari Graveyard.

Riteeee, karena di situlah letak ilusi kehebatan ˹Grapha˼. Di saat semua orang berlomba-lomba mengatakan kalau ˹Grapha˼ itu bisa di SS, saya mengatakan tidak benar itu. Poin penting yang harus diingat oleh pengguna ˹DW˼ adalah kita harus menyadari bahwa kelemahan terbesar ˹Grapha˼ itu saat dia di normal summon bukan di SS.
Oke, memang benar di text itu tertulis ˹Grapha˼ bisa di SS, tapi salah besar bila sebagai pemain ˹DW˼ kita terlena dengan ilusi kehebatan ˹DW˼ dan menganggap efek ˹Grapha˼ itu adalah efek SS, untuk lebih memahami ˹DW˼ saya rasa pertama-tama yang harus disadari adalah tulisan itu adalah bagian dari ilusi kehebatan dari deck ini dan bila diruntut lebih jauh lagi maka akan didapat kesimpulan bahwa imortalisasi ˹Grapha˼ itu letaknya ada di normal summon bukannya di SS.

SS ˹Grapha˼ = normal summon, karena setiap kali anda mau men-SS ˹Grapha˼ secara tidak langsung anda akan memakan jatah normal summon anda. Jadi kesimpulannya, apakah anda takut melawan ˹DW˼ yang bisa me-normal summon ˹Grapha˼ tiap turn?

Jawaban saya : tidak takut, karena gampang sekali untuk meng-handle normal summon.

Oke, kalau begitu, mari kita ubah pertanyaan itu sedikit, takutkah anda melawan ˹DW˼ yang bisa men-SS ˹Grapha˼ tiap turn?

Jawaban saya : baru takut, karena dengan men-SS Grapha tiap turn bisa berarti minimal bisa tercipta kondisi ideal 2 ˹Grapha˼ di field.

Jadi apa artinya mengetahui hal tersebut? Banyak manfaatnya karena dengan mengetahui ilusi-ilusi yang tersembunyi di dalam deck, maka hal ini akan menyelamatkan anda dari banyak misplay dan secara tidak langsung akan merubah kualiatas play anda ke depannya.

Untuk non ˹DW˼ player, perlu diingat penting sekali untuk menahan SS ˹Grapha˼ tapi kalau lawan hanya me-normal summon ˹Grapha˼, tertawalah karena banyak celah yang bisa digunakan di tahap ini untuk mengalahkan lawan anda. Sedangkan untuk ˹DW˼ player, sebisa mungkin usahakan untuk men-SS ˹Grapha˼ karena bila anda dapat mencapai tahap ini maka seperti tulisan Vandy sebelumnya, anda telah memiliki kontrol penuh terhadap lawan.

6. Special Summon Grapha


Lanjut di poin ke-6, adalah kelemahan terbesar deck ˹DW˼, bagaimana anda hendak men-SS ˹Grapha˼ jawabannya terbatas, yang pertama adalah menggunakan ˹Monster Reborn˼ dan yang kedua menggunakan kartu-kartu ˹DW˼ semacam ˹Goldd˼, ˹Sillva˼ dan ˹Beiige˼

Saya tidak akan mem-bahas mengenai ˹Goldd˼ ataupun ˹Sillva˼ karena seperti yang sudah banyak orang tahu, resiko dari bermain deck dengan bintang besar adalah kalau naik ke tangan. Dan 2 kartu itu bukanlah kartu yang paling optimal untuk men-SS ˹Grapha˼ karena hampir2 mubazir men-upgrade attack 2300 bila selisihnya hanya 400 saja. (kecuali bila mereka bisa turun kembali untuk men-OTK lawan, karena bila mereka naik ke tangan, belum tentu mereka bisa konsisten turun kembali ke field untuk men-SS Grapha bila tidak ada discarder)

Karena alasan itu pula maka pilihan terbaik untuk men-SS ˹Grapha˼ adalah melalui ˹Beiige˼. Namun sayang sekali dalam memberikan penilaian melalui banyak pertimbangan seperti attack range, dsb, dengan sangat terpaksa saya meng-kategorikan ˹Beiige˼ ke dalam kategori vanilla juga karena sulit sekali untuk memposisikannya sebagai floater karena dia tidak sulit untuk membayar ˹cost˼nya sendiri.

Ada 3 cara agar ˹Beiige˼ bisa menjadi floater. Yang pertama adalah saat dia berhasil clean hit 1600 attack ke life point lawan sebelum dia mati. Yang kedua adalah saat dia ter-SS di field saat di field ada satu lagi bintang 4. Kecuali anda sempat membuat XYZ, ˹Beiige˼ tidak pernah menjadi floater di tahap ini. Dan cara yang terakhir untuk ˹Beiige˼ agar bisa menjadi floater adalah saat dia ter-SS dalam kondisi ˹Grapha˼ ada di Grave.

Khususnya untuk cara ke-3 di atas, peran ˹Beiige˼ di ˹DW˼ hampir sama dengan peran ˹Genex Controller˼ di ˹Mermail Atlantean˼. Bila ˹Genex Controller˼ tidak mau sampai ke-draw, begitu pula halnya dengan ˹Beiige˼ Sebagai ˹DW˼ user, anda tidak mau sampai ˹Beiige˼ ke tangan. Tapi apabila ˹Grapha˼ sudah ada di Grave, anda malah ingin ˹Beiige˼ cepat-cepat ke tangan.

Fakta lainnya lagi, walaupun ˹Beiige˼ itu hampir sama dengan ˹Genex Controller˼ tapi pada kenyataannya saya me-rating ˹Beiige˼ di bawah ˹Genex Controller˼. Saya bisa menulis banyak pujian untuk ˹Genex Controller˼ di saat semua orang menghujatnya, tapi saya tidak bisa melakukan hal yang sama untuk ˹Beiige˼.

˹Genex Controller˼ mendapatkan poin lebih dari saya selain karena extra kata ˹tuner˼ juga karena ˹Genex Controller˼ itu memiliki efek semi ˹Sangan˼ ataupun semi ˹GK Recruit˼ minus extra search effect of course.

Ada sebuah text tertulis yang tidak terlihat yang tercantum di kotak efek ˹Genex Controller˼ yang membuatnya terlihat keren saat mengeksekusi plan B saat bermain ˹Mermail Atlantean˼, yaitu : "Saat ˹Genex Controller˼ di normal summon ataupun saat menyerang, lawan tidak bisa mengaktifkan trap atau spell." Bukannya tidak bisa, melainkan tidak mau, kecuali anda mau membuang-buang ˹Torrential Tribute˼ ataupun ˹Dimensional Prison˼ hanya untuk menghadapi selembar ˹Genex Controller˼. Oleh karena itu pula, lebih gampang bagi ˹Genex Controller˼ untuk memasukkan 1400 attack dan menjadi floater dibandingkan dengan ˹Beiige˼

Menurut pendapat saya, inilah satu-satunya yang mempersulit ˹DW˼ untuk benar-benar kompetitif tanpa harus bergantung pada trik-trik variantnya. Lupakan sementara anti ˹DW˼ seperti ˹Shadow Imprisoning˼, dsb, karena saat lawan memasukkan antinya, saya juga telah memasukkan antinya. Kecuali ˹Grapha˼ bisa benar-benar ter-SS dengan stabil, saya mewakili pengguna ˹DW˼ lainnya menyerukan bahwa ˹DW˼ masih bermasalah dengan konsistensi, karena saya benar-benar membenci me-normal summon ˹Grapha˼

Kesimpulan


Terakhir, sebuah pertanyaan terlontar, "Kapan ˹DW˼ bisa benar-benar kompetitif"?"
Dan jawaban saya : Kapan ˹Dark World Corridor˼ rilis? :D

Akhir kata, masih banyak lagi analisis yang lebih terperinci mengenai ˹DW˼ namun saya rasa cukup sekian tulisan saya mengenai core deck ˹DW˼ untuk hari ini. Dan untuk para pemain ˹DW˼ ataupun calon pemain ˹DW˼ semoga kalian tidak terjebak dalam ilusi kehebatan ˹DW˼ dan dapat mengembangkan variant-variant ˹DW˼ to the max.

God Speed.
Tenjou.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More