Kamis, 21 November 2013

Florsheim Info : How to be a Kaijin - Part Three


Hi guys!

Hari ini Budi kembali melanjutkan Questnya mencari info mengenai sejarah perekrutan tiap-tiap kaijin dan kali ini mencapai nomor 14 hingga 11! Penasaran? Simak!!

---------------------------------
No.14 : Edward Ferdian
---------------------------------

Edward Ferdian alias Om Edo, dulunya adalah satu-satunya Florsheim cabang Belanda, sebelum akhirnya ditemani oleh Mbah. Beberapa kali pulang ke Indonesia, barang bawaannya selalu bagus-bagus, langka, bling-bling foil, etc.

Setiap member Florsheim kala itu selalu menantikan kedatangan Om Edo dengan sangat antusias, dan kalau ada yang tidak tahu seperti apa rasanya, coba kalian bayangkan seorang astronot pergi ke Bulan dan pulang-pulang bawa batu dari Mars. Tidak bisa dibayangkan bukan? Begitulah deskripsiku mengenai Om Edo ini.

"Salah satu jalur supplier.. stakeholder penting harus direkrut," jelas Teddy padaku dengan mata yang berbinar-binar. Tidak bisa dipungkiri saat itu Om Edo memang sering sekali bawa harta karun setiap kali dia pulang ke Indonesia. LOL.

"Hahahaha, gue masih inget Om Edo, awalnya gue ga kenal," ujar Mbah, "Pertama kali Si Vandy bilang mau jemput Om Edo dari bandara. Itu pertama kalinya gue denger soal Om Edo. Terus ketemu pertama kali ya di markas."

"Tapi orangnya emang gampang diajak ngobrol dan ramah sih," lanjut Teddy.

"Dan dia itu orang yang hangout timenya paling minim seantero Florsheim," jelas Babeh, "Jadi ga terlalu tau juga gue."

Oh.

---------------------------------
No.13 : Kevin Wijaya
---------------------------------

Pria di nomor 13 ini juga sama misteriusnya dengan nomor 14, ada yang bisa diceritakan seputar recruitmentnya?

"Pertama ketemu sama Kevin waktu GT "Last Day of Lightsworn" di Bandung. Beliau make deck Machina dan waktu itu belum ada wacana perekrutan," ucap Babeh menjelaskan.

"Iya, satu-satunya yang berani pakai deck yang baru keluar di GT," lanjut Teddy.

"Jadi karena keberaniannya itukah dia direkrut?" tanyaku menyelidik.

"Oh, kalau yang itu dari Arlan Gunadi," jawab Babeh, "karena dia lebih dekat waktu itu gara-gara forum Yu-Gi-Oh! Indonesia."

"Kalo cerita Kevin sih dia cukup intim dengan Arlan di forum, jadinya bisa langsung diterima," jelas Alvi.

"Dan kalo ga salah juga, itu buat ngelebarin sayap Florsheim," ujar Babeh melengkapi penjelasan Alvi, "Saat itu kita mulai rekrut-rekrut dari Jakarta, CMIIW."

"Iya, waktu itu dia satu-satunya yang divisi Jakarta," ucap Mbah, "Waktu itu sempat bingung, apa Florsheim harus divisi Bandung saja, atau ini jadi kesempatan bagus buat lebarin sayap ke Jakarta. Dan akhirnya yang dipilih adalah opsi yang kedua."

Oh, untuk pelebaran sayap toh, jadi tidak menutup kemungkinan untuk pelebaran sayap Florsheim Team Indonesia akan merekrut kawan-kawan yang berada di kota lain. Menarik, lanjutku sambil terus menulis di notepad.

"Simplenya, Kevin itu baik hati, rajin menabung, suka menyeberangkan nenek di jalan," ucap Teddy, "dan juga, jujur dan suka membantu ibu."

"Tangguh ga?" potong Alvi.

"Soal Tangguhnya sih, juara kedua Nats, kurang tangguh apa coba?" celetuk Teddy.

Well, somehow karena ulah satu orang oknum juara 2 Nats, gelar juara 2 Nats jadi tidak kedengaran setangguh itu...

---------------------------------
No.12 : Alvi Syahrie Faizi
---------------------------------

Alvi yang paling kurus dan teringan dari seluruh member Florsheim, well, sebetulnya saya akan sangat, sangat terkejut jika dia masih bisa menyandang gelar itu untuk beberapa hari ke depan. Pasalnya ada kemungkinan member baru Florsheim itu memiliki bobot yang lebih ringan dari Alvi. Atau mungkin juga tidak, dan saya hanya berbicara ngawur menyebar gosip yang tidak penting XD.

Oke, kembali ke topik semula, jadi ada yang tahu bagaimana ceritanya Alvi?

"Ceritanya sederhana," ujar Alvi, "Gue bully-bully anak Hobbies, sangat baik, murah hati dan tidak sombong."

"Tapi duitnya kenceng banget!!!" celetuk Mbah melengkapi komen Alvi dari ujung sana, "Awal-awal datang, dia manggilnya "kakak", tapi abis lama kenal, jadi "cecunguk"!"

"Jangan lupa juga "pecundang" XD," tambah Alvi di komen Mbah.

"Iya, waktu awal-awal lihat Alvi, kesan kita : Wah, ada newbie baru nih di Bandung, kita proses yuk," lanjut Teddy, "lalu tiba-tiba terdengar dengan lantang : SECENG!!!"

"Lol, newbie yang mau diproses ternyata bawa JD secret? Masuk akal sih kenapa kalian semua pada kaget, soalnya waktu itu kalo ga salah memang eranya JD secret kan?" tambahku lagi, "Jadi karena itukah Alvi direkrut?"

"Bukan, kalau soal Alvi mah, ceritanya dimulai dari ketika hanya ada 2 grup YGO di Bandung," ujar Teddy menjelaskan, "Dulu selain Florsheim ada grup BulJem yang dipimpin oleh Alvi."

"BulJem itu team yang dibentuk untuk menghadapi Florsheim yang baru berdiri," kata Alvi menjelaskan.

"Iya, dan waktu itu ada perpecahan juga di BulJem kalau ga salah," sahut Babeh, "Dan kita mencaplok anggotanya yang masih belum tercemar."

"Bosnya BulJem yang paling tidak tercemar?" tanyaku setengah tidak percaya, "Baleg lah, dimana-mana bukannya Bos yang paling rusak?"

"Ngga, jadi ceritanya waktu itu gue merasa ga cocok aja di BulJem," ujar Alvi, "Waktu itu rasanya dulu gue terlalu tua buat di BulJem, tapi begitu masuk Florsheim jadi salah satu yang termuda," lanjut Alvi mengklarifikasi, "tapi itu juga karena gue sering main ke kosan Om Ted bareng anak-anak, persis seperti Novan sekarang sih, sama Moja dan Septiyan yang sering main ke tempat gue."

"Karena terlalu imba di BulJem?" tanya Mbah.

"Bukan, karena anggota BulJem punya perpanjangan BulJem yang menjalar sampai ke perut. Dan karena proyeksi BulJem gue ga nyampe perut, memudahkan gue buat keluar dari sana. Tapi yang jelas perekrutannya habis invasi Jakarta."

"Menarik sekali, jadi apakah itu perwujudan dari istilah if you can't beat them, join them?" tanyaku menyelidik.

"Sebelumnya sudah dapat tawaran sih, tapi masih malu-malu," jawab Alvi.

"Iya, gue inget itu, dulu ditawarin, awalnya masih mau di BulJem, tapi dipaksa-paksa akhirnya mau juga," kenang Mbah, "Dasar Tsundere juga..."

Tsundere? Wow, berapa kali saya mendengar kata itu? Tsundere mungkin adalah salah satu poin terpenting yang di miliki sebagian besar member Florsheim XD

---------------------------------
No.11 : Louis Marcel
---------------------------------

Ok, sekarang masuk ke nomor 11 Mbah Louis Marcel, dikenal dengan sebutan Mbah karena wejangannya yang sangat tokcer. Mulai dari masalah kartu hingga masalah sosial lainnya, dia adalah pakarnya. Sempat mengenyam World of Warcraft TCG bersama saya, membuat saya menyadari potensi sesungguhnya yang dimiliki anak ini. Kemampuan analisisnya sama hebatnya dengan kemampuan Vandy Putrandika, oleh karena itu duet mereka berdua di kancah YGO sering dikenal dengan istilah Combo Twin Death Attack. Dan saat menulis artikel ini pula saya baru menyadari banyak sekali pasangan-pasangan combo di dalam Florsheim Team Indonesia.

Berbicara mengenai Mbah, kabar-kabarnya dia tidak ingat dgn 3 member yang menempati nomor 8, 9, 10 saat dia dulu bergabung. Para recruiter ada yang bisa mengkonfirmasi hal ini?

"Yang gue inget sih Mbah gabung gara-gara Duel Point," ujar Teddy.

"Iya, gue masuk itu pas Duel Point," lanjut Marcel.

"Kayaknya simply karena sering main dan debat kusir sama Vandy, dll yah pas di Cisitu?" jawab Alvi ragu-ragu.

"Iya, terus udah diajakin dari sebelum-sebelumnya juga sih, tapi karena saya tsundere juga waktu itu saya prefer sendiri, walaupun masih suka main sama anak2 lainnya," kata Mbah menjelaskan.

"Kalo ngga salah Mbah memang direkrut karena skillnya," lanjut Babeh, "tapi seperti kata narasumber, invitasinya memang sering ditolak."

"Mungkin karena itukah momen gabungnya mbah ada di nomor 11 walaupun sudah sering maen bareng anak2?" tanyaku menyelidik.

"Iya, hatinya luluh waktu di buat sistem Battle Point oleh Belfa," lanjut Babeh.

"Dan gue jadi korban kegilaan Mbah dalam mencari point," ucap Alvi, "Main dari siang/sore sampai subuh."

"Maafkan saya, Alvi," sahut Mbah dari seberang sana."

"Iya, dulu gue ngerasa enak duel lama-lama. Tapi sekarang entah kenapa gue jarang duel lama-lama. Apa karena lawannya ga seru? :D" lanjut Alvi kemudian.

"Belum ketemu yang selevel gue berarti."

"..."

"..."

"..."

"..."

Mungkin juga bro XD

Bersambung...
Budi

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More