Jumat, 25 Januari 2013

Florsheim Info : Vandy's Shadow Tourney 5 Report Part Three

Hi guys!

Masih mau membaca kisah tidak penting yang super panjang ini? Kalau iya, artikel ini cocok untuk kamu. Report ini sudah memasuki Part Three, yakni Part terakhir. Misalkan kamu belum baca Part One dan Part Two, cek link di bawah ini ya. Tidak perlu menunggu lebih lama lagi, mari kita simak kisahnya!

Vandy's Shadow Tourney 5 Report Part One
Vandy's Shadow Tourney 5 Report Part Two

Round 5


Dari semua orang yang bisa gue lawan, gue masih nggak habis pikir kenapa harus si melawan si Aday. Ini seperti sebuah kesialan bertubi-tubi. Deck Aday adalah deck Dino Rabbit yang menggunakan anti dari deck gue, yaitu Macro Cosmos, di main decknya!

Jaman dahulu kala sebelum Macro beken, jujur saja Chaos Dragon merupakan predator alami dari Dino Rabbit dengan statistik kemenangan yang super jomplang. Semacam menang gratisan. Hanya saja dengan update terbaru Dino Rabbit, banyak Trap, Guaiba, dan Macro Cosmos, tiba-tiba melawan Dino Rabbit memakai Chaos Dragon tidak pernah sesulit ini.

Keadaan kami sama-sama memegang skor 3-1 yang artinya siapapun yang kalah harus mengandalkan Luck untuk masuk ke Top Cut. Terlebih gue sempat terkena pair down yang berarti standing gue cukup rendah, membuat gue kemungkinan besar tidak akan lolos jika harus beradu dalam bubble.

Well, gue hanya bisa menenangkan diri. Tujuan gue ikut kan untuk cari fun. Kalah pun pacar gue sudah menunggu di luar dan akan gue lanjutkan hari ini dengan kencan. Lagipula, tidak ada gunanya takut sama si Sukirman, betul?

Dean duduk di samping gue. Menyemangati sambil ia menunggu lawannya. Tidak lama, seorang judge memberitahukan Dean kalau lawannya sudah pulang. Dean pun otomatis lolos tanpa perlu bersusah payah. Gue dan Dean bersalaman, gue memberi selamat dan ia memberi semangat. Somehow, gue jadi lebih termotivasi untuk menang.

Gue melempar dadu, begitu juga Aday. Keberuntungan sedang ada di sisi gue, gue jalan duluan. Di game pertama, Lyla dan Ryko gue bisa jalan dengan baik, sepertinya ia tidak mengedraw Macro Cosmosnya dan drawnya tidak begitu bagus. Begitu gue bisa Swarming monster-monster besar, ia melindungi monster satu-satunya, yakni Sabersaurus, dengan Safe Zone. Tidak hanya serangan turn itu menjadi berdamage kecil, namun Lyla dan Ryko gue sudah habis ke Graveyard, membuat gue bingung bagaimana menghandlenya. Giliran berikutnya Aday mengubah Sabersaurus menjadi defense. Kemudian dengan ajaibnya, gue mengedraw Ehren yang membawa gue ke kemenangan. Untung saja ia ubah Sabersaurus menjadi defense.

Game kedua tidak begitu bagus. Aday duluan dengan Rabbit menjadi Dolkka. Hand gue bisa dibilang full monster, membuat gue harus berpikir keras bagaimana melawannya. Belum bisa recover dari Dolkka, Aday mensummon Guaiba dan membunuh Ryko gue, menciptakan Laggia di Main Phase 2. Terdesak, namun masih mencari keajaiban, gue bertahan. Namun satu Rabbit lagi menjadi Dolkka menyegel kemenangan untuk Aday.

Game ketiga, gue duluan. Gue sempat mill beberapa sebelum Aday mengaktifkan Dimensional Fissure-nya. Kemudian saat ia set banyak, gue mengaktifkan Royal Decree membuat serangan-serangan gue berikutnya tak terbendung. Gue pun akhirnya menang melawan Aday dan lolos ke Top Cut!

...well setidaknya itu yang gue kira sampai gue melihat langsung standing akhir yang dipampang di tembok. Gue ternyata di peringkat ke-9. Tidak lolos Top 8.

Gue terjatuh dan tak bisa bangkit lagi.
Gue tenggelam dalam lautan luka dalam.
Gue tersesat dan tak tahu arah jalan pulang.

Sampai tiba-tiba si Dean menyelamati gue lolos... Top 16. Oh wow. Ternyata yang diambil 16 orang. Everything went better than expected. Gue selamat!

Tapi tidak dari pacar gue yang dari tadi sudah melotot karena jadwal kencan bakal makin molor. Untuk menenangkan, gue bawa dia beli Bubble Tea di bawah. Untungnya dia bisa lebih tenang. Fyuh. Gue selamat lagi!

Top 16


Di Top 16 gue melawan deck Inzektor, dan disini kegoblokan dan ketidakpengalaman gue menggunakan Chaos Dragon gue paling terasa. Awalnya gue ingin berakrobat mengeluarkan Exa-Beetle dan mengequip Lightpulsar agar keluar REDMD untuk menang, sayangnya gue lupa kalau Lightpulsar masih terpasang di bawah Exa Beetle saat Exa mengambil Equip dari Graveyard. Akhirnya gue mati diberondong Dragonfly berkali-kali.

Di game kedua gue sedikit lebih pintar, Exa-Beetle gue mengambil Sangan sehingga gue bisa mencari Effect Veiler untuk menggagalkan akrobat Inzektornya kemudian Swarming hingga lawan hanya sisa 1000 LP. Namun menyisakan LPnya 1000 merupakan sebuah kesalahan karena next turn dia set Spirit Reaper yang tidak mungkin ditembus field gue yang penuh dengan monster-monster beda level. Akhirnya gue Tribute Summon Tragoedia untuk mengosongkan satu space, lalu sadar kalau misplay. Seharusnya gue tribute Eclipse Dragon, kopi levelnya, baru hidupkan Eclipse dengan REDMD untuk Xyz Blackship of Corn. Terpaksa menunggu satu turn akibat misplay, next turn gue Xyz Blackship dan menembak 1000 damage terakhir.

Waktu sudah diumumkan habis beberapa giliran sebelumnya, sehingga di Game ketiga kami berdua hanya memiliki masing-masing dua giliran. Ia memulai dengan Zenmaines, gue mengeset Ryko dan beberapa Trap. Dia tidak menyerang namun mengaktifkan Heavy Storm. Di giliran terakhir gue, gue flip Ryko untuk menghancurkan belakang lalu set Night Assailant. Berbekal Honest dan Effect Veiler, gue yakin akan menang jika masuk Sudden Death. Giliran dia dimulai, ia summon Centipede dan akan meng-Hornet, namun gue Veiler. Ia mengubah semua menjadi Attack Position, Zenmaines menyerang Night Assailant terlebih dahulu dan gue menghancurkan Centipede. Ia panik karena ia tidak punya backrow lagi dan pass turn pasrah. Gue mensummon Chaos Sorcerer lalu menawarkan jabat tangan yang diterima dengan baik. Good game.

Menurut gue menang time itu super nggak enak. Nggak enak buat yang kalah, dan yang menang pun menangnya nggak absolut. Jadi ya, kurang puas aja. Gue merasa pertandingannya bisa seru kalau dilanjutkan.

Top 8


Di tingkat Top 8 gue kembali melawan Dino Rabbit dengan Macro Cosmos. Gue berhasil menang dadu sehingga gue jalan duluan. Di game ini pertandingan berjalan super mulus. Mill gue asyik-asyik semua, dan lawan gue punya apapun, gue ada jawabannya, begitu pula dengan lawan gue. Kalau orang lain melihat game ini, pasti merasa seru karena saling tukar-menukar resource, meski gue akan terlihat lebih unggul. Untungnya di akhir gue bisa mengeluarkan beberapa naga besar plus Tour Guide yang tidak bisa ia handle.

Game kedua agak membosankan. Ia berhasil mengeluarkan Macro Cosmos dan Laggia Dolkka dari Rabbit dan Guaiba. Walaupun gue sempat menghancurkan Macro Cosmosnya, semua sudah berakhir begitu Rabbit kedua terbanish dari field.

Game ketiga gue jalan pertama lagi. Kali ini keadaannya seperti game pertama, play gue super mulus namun sepertinya tidak dengan lawan gue. Gue pun bisa menang lebih cepat dari game pertama tadi dengan swarming naga-naga besar yang dilindungi oleh Royal Decree.

Dean kurang beruntung di Top 16 tadi. Saat waktu diumumkan dan masing-masing pemain hanya tersisa dua turn, lawannya, yaitu Sukirman mensummon Fossil Dyna Pachychepalo yang membuat Wind-Up Magician dan Shark di tangannya tidak bisa digunakan untuk mengubah drastis perbedaan Life Point. Dean menjadi harus puas berhenti di Top 16.

Semi Final



Di sini gue dirundung EMPAT masalah sekaligus. Pertama, lawan gue adalah Sukirman yang sudah tahu cara melawan gue dan apa siding gue. Kedua, Aday menang roll dice dan dia jalan duluan. Ketiga, pacar gue mulai ngambek lagi karena gue cuekin. Keempat, Aday dan cewek gue keduanya melihat gue seakan ingin melumat gue!

Uh oh.

Aday memulai dengan Rabbit ke Dolkka. Gue hanya bisa bertahan sampai akhirnya muncul Laggia dan Dolkka kedua. Membuat gue terpaksa menyerahkan game pertama pada Aday.

Game kedua Aday kembali membuat Dolkka dan Laggia yang gue coba kikis menggunakan Ryko, Veiler, dan Gorz. Gue mengedraw Royal Decree, namun gue tahu Aday punya Mystical Space Typhoon dan Heavy Storm di tangannya. Royal Decree pertama gue terkena Mystical Space Typhoon kemudian dia set banyak sambil mengaktifkan Dimensional Fissure. Gue pun pede mengeset Decree kedua yang tidak dinegate Laggia saat gue aktifkan di End Phasenya. Giliran gue, gue memancing Laggia memakai efek, lalu Reborn ke Gorz posisi defense karena gue yakin dia ada Forbidden Lance. Gue sempat bertahan seperti ini dua giliran.

Gue kemudian draw Tour Guide menjadi Acid Golem dan mengubah Gorz menjadi Attack Position. Acid menyerang Laggia kosongan. Aday bingung sejenak, sepertinya dia merasa rugi kalau mengorbankan Lance-nya hanya untuk menghancurkan Acid Golem. Maklum, LP gue saat itu tinggal 2200. Aday memutuskan untuk membiarkan lewat, dan terkena damage dari Gorz juga. Aday draw, dan set satu kartu monster. Di giliran gue, gue langsung mentribute Acid Golem menjadi Darkflare. Untungnya Dimensional Fissure, kedua Tour Guide gue masuk Graveyard, membuat jumlah DARK menjadi tepat tiga. Dark Armed Dragon turun dan gue menang game kedua.

Game ketiga Aday jalan duluan. Ia memulai dengan Rabbit, namun gue punya Veiler untuk mencegahnya. Aday hanya set dua belakang. Gue mensummon Tour Guide mengambil Sangan. Sangan menyerang Rabbit, terkena Dimensional Prison. Tour Guide menyerang Rabbit dan Aday mengaktifkan Lance di damage step saudara-saudara!

Rabbit selamat dari kepungan Tour Guide dan Sangan, namun dengan 100 damage hasil kekalahan Tour Guide dalam battle, gue bisa mengeluarkan Tragoedia dan akhirnya membunuh Rabbit! Dari situ draw Aday tidak begitu bagus dan bisa gue kikis menggunakan Lyla, Ryko, serta naga-naga besar pada akhirnya. Final, gue datang!

Final


Setelah mengetahui bahwa hadiah juara pertama dan kedua sama-sama satu booster box, bedanya hanya di trophy, jujur saja gue agak malas bertanding di Final. Sudah kebelet ingin cepat-cepat lanjut kencan. Tetapi kebetulan sang pacar sedang menghilang ke bawah, asyik melihat-lihat baju dan sebagainya. Jadi ya... lanjutkan saja.

Di Final ini gue berhadapan dengan Mermail, salah satu deck yang bisa dibilang auto-lose kalau pakai deck Chaos Dragon. Pertandingan dimulai dengan roll dadu, dimenangkan oleh lawan gue. Gue membuka dengan sangat buruk. Lawan gue belum apa-apa sudah summon Genex Undine membuang Dragoons, search Genex Controller dan Deep Sea Diva kemudian set satu kartu yang ternyata Abyss-Sphere.

Satu-satunya play yang bisa gue lakukan hanyalah mensummon Card Trooper berharap menge-mill LIGHT dan DARK. Eh yang keluar malah Dark Hole, satu monster random, dan Royal Decree.

...eh!? Royal Decree!??

Mata semua penonton dan judge terpaku pada kartu tersebut. Ternyata gue belum melakukan Side Out yang berakibat diturunkannya keputusan instant game loss oleh Head Judge. Orang-orang menyayangkan hal ini, namun kalau gue lihat kartu di hand gue, mau bagaimanapun juga gue akan kalah giliran berikutnya oleh serbuan para Mermail. Jadi gue nggak terlalu down.

Kami berdua siding. Gue memulai cukup powerful dengan Allure of Darkness banish Sangan lalu Tour Guide menjadi Leviair Sp Summon Sangan. Namun di giliran berikutnya, lawan gue langsung berakrobat. Ia memanggil Abyssmegalo, Deep Sea Diva search Heavy Infantry, additional Normal Summon Marksman, synchro Gungnir dan turun Moulinglacia membuang Monster Reborn gue. Semua menyerang, membuat LP gue tipis lalu Xyz Abyssmegalo dan Gungnir menjadi Abyssgaios.

Gue terdiam tanpa LIGHT di Graveyard, membuat gue terpaksa mencari Card Trooper dengan Sangan dan berdoa yang terbaik. Dengan mill, gue mendapat dua LIGHT. Gue mensummon Black Luster Soldier - Envoy of the Beginning memakai efek membanish Abyssgaios. Lalu summon Chaos Sorcerer membanish Moulinglacia. Card Trooper menyerang tapi dihalau oleh Abyss-Sphere mensummon Abysslinde.

Abysslinde memanggil Abyssmegalo kedua di end phase. Ia lalu mensummon Genex Undine mencari Abyssmegalo ketiga, memanggilnya, lalu Xyz menjadi Number 11: Big Eye mengambil BLS gue. BLS gue pun memakai efek untuk membanish Chaos Sorcerer.

Gue panik. Sebuah field penuh keajaiban yang gue bentuk satu giliran lalu, dihancurkan begitu saja. Kartu andalan gue juga diambil tanpa sedikitpun ada rasa bersalah. Semuanya tanpa Battle Phase. Sungguh mengerikan kekuatan Mermail.

Giliran gue, gue hanya bisa mensummon Ehren, lalu memukul BLS setelah menutupnya dengan Book of Moon. Lalu menyerang Undine dengan Trooper. Gue end dengan pasrah. Lawan lalu summon Genex Controller, mengambil Ehren gue, lalu menyerang semua. Gue kalah saat itu juga.

After Tournament

Di luar hujan turun. Beberapa duelist dan pengunjung Taman Anggrek mulai khawatir akan terjadi banjir lagi seperti sehari sebelumnya. Suasanya yang cukup menggalaukan walaupun suara rintik hujan tidak sampai kedengaran di dalam ruangan. Tapi rasa galau itu tidak berlaku bagi kami bertiga.

Well, meski sempat kalah kena game loss dan di-swarm seperti itu, tidak ada penyesalan sedikit pun. Secara keseluruhan turnamen Shadow Tourney 5 ini sangat menyenangkan dengan aturan uniknya. Gue sepanjang hari bisa bermain asyik mengendalikan naga-naga besar penguasa angkasa. Capek? Iya. Banget. Tapi senang juga iya. Banget.

Hadiah satu box beserta hadiah-hadiah kecil lainnya kami bagi bertiga, gue Dean dan Kevin. Kami melihat ke jendela luar, merenungkan apa saja yang sudah kami alami. Hari itu sangat fun bagi kami yang sudah jarang sekali punya waktu untuk bermain Yugioh, tenggelam dalam kesibukan sehari-hari yang tiada henti.

Tidak peduli peringkat, kami bertiga pulang dengan senyuman setiap kali teringat pengalaman panjang hari itu.

Florsheim After Tournament
Oke segitu dulu,
Vandy

PS. Terima kasih buat Andri dan tim yang sudah menyelenggarakan Shadow Turney ini, dan CnG sebagai sponsornya. You guys rocks!

PSS. Kalau cukup banyak yang mau, gue bisa bahas Deck Profile dari Chaos Dragon yang gue pakai turnamen ini serta perubahan apa yang akan gue lakukan setelah turnamen. Tidak tahu apa itu Deck Profile? Intinya penjelasan cara main dan kenapa gue pilih menggunakan atau tidak menggunakan kartu-kartu tertentu. Ditunggu ya feedbacknya di komentar.

6 komentar:

Ayo profile om vandy. Sy bingung kenapa 2 darkflare

Kevin W yang paling tinggi ya, meski secara usia paling muda :v

gue yang kelewat bacanya atau emng DAD lu nggak pernah keluar van ?

Dad k mill trus kaks? Selamat atas juara 2nya y (y)

DAD keluar di Top 8 sama Top 4. DAD memang jarang keluar, tapi sekalinya keluar, gue pasti menang game itu.

Tapi msh mndding. Lawan dino rabbit, coba kalau ada gravekeeper yg masuk, mati dah pusinkk 7 keliling cara ngalahinn nya.

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More