Selasa, 19 November 2013

Florsheim Team Profile : Part One


Hi guys!

Berhubung di Grand Tournament Bandung hari minggu 24 November 2013 ini kami akan mengesahkan kaijin baru #24, #25 dan mungkiiin #26, gue dan Budi akan cerita sedikit mengenai sejarah Florsheim mulai dari kaijin #1.

Kalau sejarah awal, bisa cek history kami di sini. Artikel ini sendiri lebih ke profil tiap kaijin Florsheim.

Tertarik? Kalau iya pantengin terus di bawah!

Kaijin #1 : Teddy Swastiadi Ambaryanto


Teddy adalah kaijin paling kuat namun juga paling rendah hati. Teddy suka sekali mengajari anak baru bermain. Ia entah kenapa tidak suka ikut turnamen ataupun menggunakan deck meta. Akan tetapi jika ia sudah serius, tidak ada kaijin yang mampu mengalahkannya. Sekarang pun ia masih sering melakukan sweep sendirian dalam team war di Online Duel.

Konon di Hobbies Bandung sewaktu masih di Jalan Sultan Agung, ada seorang anak ajaib yang memiliki keberuntungan jauh di atas normal. Kerjaannya sehari-hari adalah buka booster, dapat foil mahal, jual, lalu uangnya dipakai buka booster lagi dan sisanya untuk beli snack atau minuman. Ngeloop. Dia melakukan hal ini tanpa memencet ataupun menimbang booster yang ia buka berhubung saat itu memang dilarang. Anak ini bernama Habibie atau biasa dipanggil Abi.

Suatu hari di akhir Oktober 2009, Abi merasa ingin pensiun melakukan loop laknat tersebut. Ia pun menjual keseluruhan albumnya yang berisi berbagai foil dengan harga super murah. Saat itu hanya ada Teddy, Belfa dan Alvi. Teddy langsung melirik kesempatan sesaat ini dan akhirnya mengajak Belfa untuk patungan membelinya berhubung meski Alvi tertarik tapi uangnya masih di ATM sehingga ia malas mengambil dulu karena di luar sedang hujan.

Belfa yang saat itu tidak membawa uang tunai, pergi dulu mengambil uang di ATM. Sedangkan Teddy, ia langsung menjatuhkan uangnya di depan Abi. Tunai.

Teddy pun resmi menjadi kaijin pertama.

Kaijin #2 : Belfa Noveli Wijendra


Belfa adalah kaijin paling kreatif dan tidak bisa diam. Ia selalu saja produktif menciptakan sesuatu yang berguna bagi kemaslahatan umat duelist. Mulai dari blog Florsheim ini, kemudian hampir setiap merchandise Florsheim, hingga konsep-konsep turnamen yang diadakan Florsheim.

Setelah tergesa-gesa membawa motor menembus hujan ke Supermarket Superindo di dekat Hobbies, Belfa akhirnya memiliki uang yang cukup untuk membayar setengah dari yang diminta oleh Abi. Belfa melesat kembali ke Hobbies untuk menebus album legendaris tersebut. Dari sinilah muncul sebuah konsep album bersama yang isinya tidak dijual, namun bebas dipakai siapapun di dalam tim.

Belfa pun resmi menjadi kaijin kedua.

Kaijin #3 : Arlan Gunadi


Arlan adalah kaijin paling hipster juga paling update. Ia telah beberapa kali membuktikan beberapa archetype yang tadinya dianggap remeh ternyata akhirnya menjadi archetype yang paling kuat dan populer pada masanya. Saat ini Arlan lebih fokus pada pengembangan komunitas di luar Florsheim sehingga sudah lama tidak mengikuti turnamen secara kompetitif. Meski demikian, sejak dulu hingga sekarang, ia masih yang paling cepat tahu soal info kartu maupun info set baru.

Setelah merayakan terbelinya album (beserta berbagai kartu foil murah), Teddy dan Belfa pun pamer-pamer di Hobbies (wajar lah ya). Malam itu, mereka pulang ke kosan Teddy dimana Arlan juga ikut main.

Di kosan, sambil melihat-lihat album yang baru dibeli tersebut berkali-kali sambil tersenyum dan tanpa bosan, tiba-tiba terbesit ide dari Teddy, Belfa dan Arlan untuk menamai tim yang baru dibentuk itu. Setelah menimbang-nimbang digunakanlah nama Florsheim (yang artinya bunga - yes, tidak semacho yang kalian pikirkan).

Nama Florsheim diambil dari nama organisasi kejahatan yang ingin menguasai dunia di anime Tentai Senshi Sunred. Semacam Gorgom-nya Satria Baja Hitam tapi lebih konyol lah. Berbekal rasa persaudaraan antar duelist yang terbentuk malam itu, Arlan ditawari bergabung patungan atas album tersebut. Arlan menerimanya.

Arlan pun resmi menjadi kaijin ketiga.

Kaijin #4 : Amri Mirza


Mirza atau yang kami biasa panggil dengan Babeh adalah kaijin yang paling polos dan innocent. Cara bermainnya sungguh lurus dan tertebak, sehingga seringkali ia melewatkan play-play unik yang keren. Meski demikian, ia adalah salah satu kaijin yang paling ramah dan baik.

Menurut kesaksian Arlan, setelah Florsheim diresmikan, Babeh yang polos dan innocent ini jadi sering main ke kosan Teddy untuk bermain eroge sehingga menjadi cukup mencolok di mata Teddy, Belfa dan Arlan. Babeh pun direkrut atas keberaniannya.

...tapi boong, hehe. Mirza direkrut saat itu memang karena Mirza sangat sering berkunjung ke kosan Teddy dan bermain bersama Teddy, Belfa dan Arlan.

Babeh pun resmi menjadi kaijin keempat.

Kaijin #5 : Vandy Putrandika


Vandy adalah kaijin paling narsis, arogan dan egois. Blog ini tadinya hanya untuk menampung hasil Rank Battle antar kaijin untuk kalangan internal Florsheim sendiri, namun secara sepihak diambil alih dan diubah olehnya menjadi sarana penyebaran paham Vandy-isme. Sebenarnya blog ini bisa muncul ke eksternal hanya sebagai alat pemuasan kenarsisan dan kearoganan kaijin ini.

Berhubung kosan Teddy sangat dekat dengan kosan Vandy, terkadang sepulang dari Hobbies Vandy ikut mampir ke kosan Teddy bersama Belfa, Arlan dan Babeh. Tanpa terasa hal ini menjadi sebuah kebiasaan dan Vandy dianggap bagian dari Florsheim Brotherhood, salah satunya atas ide-ide dan cara mainnya yang "tidak biasa".

Vandy yang tidak sadar bahwa ternyata selama ini dia sudah di-brainwash sedikit demi sedikit agar masuk Florsheim, akhirnya terbangun dan mendapati dirinya sudah terseret ke dalam tim ini. Hal ini baru disadari beberapa bulan kemudian sewaktu diajak Florsheim Rank Battle yang khusus anggota internal Florsheim. Terlambat. Vandy sudah terjebak dalam organisasi kejahatan ini dan tidak bisa keluar.

Vandy pun resmi menjadi kaijin kelima.

Kaijin #6 : M. Pradani Jaya Utama


Utha adalah kaijin paling ramah dan berprinsip. Ia dengan senang hati bermain bersama anak-anak baru. Selain ramah, ia juga sangat setia. Hal ini dapat dilihat dari decknya yang meski engine-nya berubah-ubah, namun selalu memasukkan Dark Magician, Dark Magician Girl dan Stardust Dragon di dalamnya. Sekali waktu, dia pernah memasukkan juga Elemental HERO, terutama Elemental HERO Neos. Hanya saja sepertinya cara bermain Elemental HERO tidak cocok baginya hingga sudah ia tinggalkan sekarang. Semacam oom Rahman-nya komunitas Poins lah, bedanya cuma tanpa HERO. Kalau mau kenal lebih dalam, bisa cek Florsheim Story di blog ini karena ia di-cameo-kan secara cukup akurat disana.

Utha dulunya sepaket dengan Ewik, sang Kaijin #7, karena mereka sering datang bareng ke Hobbies. Meski saat itu statusnya adalah seorang newbie, Utha salah satu yang paling berani bermain melawan pentolan-pentolan Hobbies menggunakan deck andalannya, deck Dark Magician.

Cara bermain Utha dan Ewik pun unik. Mereka menghafal mantra-mantra yang diucapkan Yugi, Jaden, maupun Yusei ketika memanggil kartu as mereka. Hobbies pun menjadi semakin ramai dan menyenangkan berkat kehadiran Utha dan Ewik. Karena sering bermain bersama, Utha semakin dekat dengan Teddy, Belfa, Arlan, maupun Mirza. Dari situlah tawaran bergabung dilancarkan.

Utha pun resmi menjadi kaijin keenam.

Kaijin #7 : Ewik Brewik Barikly


Ewik adalah kaijin yang paling nyeni namun juga merupakan kaijin yang paling sibuk. Ewik kuliah di jurusan seni yang terkenal sangat kejam dan tanpa ampun memberi berbagai tugas ke mahasiswanya. Akhirnya hanya untuk sekedar berduel saja, Ewik cuma bisa menyempatkan diri bermain di sore atau malam hari. Ewik sangat menyukai kartu-kartu yang mengandalkan luck, seperti Time Wizard, Fairy Box dan Sasuke Samurai #4, sehingga para penonton selalu saja ribut tepuk tangan melihat Ewik berhasil dalam pertaruhannya.

Seperti Utha, Ewik sangat sering bermain ke kosan Teddy, maklum ia seringkali baru datang sore menjelang malam, sehingga tidak jarang ia belum puas bermain ketika Hobbies tutup. Hal ini mempererat persaudaraan antara Teddy, Belfa, dan kaijin Florsheim lainnya.

Ewik pun resmi menjadi kaijin ketujuh.

Kaijin #8 : Muhammad Eridany


Ridan adalah kaijin paling periang. Menang ataupun kalah ia selalu terlihat menikmatinya. Rasa keingintahuannya sangat besar sehingga ia sering mengamati bagaimana senior-seniornya bermain lalu mengaplikasikannya pada cara bermainnya sendiri. Ia juga salah satu kaijin yang paling sering meminta saran kaijin yang lainnya. Kemudian dari semua saran-saran tersebut, ia infusikan pilihan kartu dan cara bermain tersebut ke dalam deck dan dirinya, seakan menjadi sebuah avatar gabungan dari kaijin-kaijin lainnya. Hal ini membuat dia punya banyak prestasi dan tidak bisa diremehkan.

Ridan merupakan angkatan ter-fresh saat itu. Teddy dan Belfa merasa Florsheim perlu regenerasi sehingga mereka ingin merekrut pemain-pemain baru yang masih bisa dibina. Saat itu ada Ridan, Dimas dan Alvi, namun Alvi terjebak oleh team lain, yakni Bullgem. Untungnya Ridan dan Dimas bisa diselamatkan.

Berbekal image baik dan kemampuan mentoring Teddy, Florsheim memiliki image yang baik di Hobbies. Hal inilah yang membuat Ridan lebih memilih untuk join di Florsheim ketika ditawari oleh Teddy, ketimbang Bullgem yang suka membercandai orang lain.

Ridan pun resmi menjadi kaijin kedelapan.

Kaijin #9 : M. Riandhy Anindika Yudhi


Dimas adalah kaijin paling ganteng dan kekar. Hal ini ia buktikan melalui kemenangannya di kontes Abang None tahun 2013. Selain ganteng di dunia nyata, isi decknya juga ganteng-ganteng. Contohnya: Chaos Emperor Dragon - Envoy of the End dan Dark Magician of Chaos. Lha kok bisa?? Iya, karena ternyata dia termasuk dalam spesies pemain Traditional Format yang saat ini sudah hampir punah.

Dimas satu angkatan dengan Ridan, bahkan ia direkrut tidak lama setelah Ridan. Potensinya dalam memainkan deck Traditional membuat kaijin-kaijin lain tertarik. Mereka juga yakin bahwa mereka mampu mengembalikan Dimas ke "jalan yang lurus".

Ternyata kaijin-kaijin lain berhasil membawanya ke jalan yang lurus. Terlalu berhasil malah, sekarang ia bisa dibilang sudah pensiun dari Yugi dan fokus pada modelling serta kegiatan sosial. Meski demikian, bagi kami semua, ia tetap seorang kaijin. Yaitu bagian dari keluarga besar Florsheim.

Dimas pun masih resmi menjadi kaijin kesembilan.

Kaijin #10 : Dean Septian


Dean adalah kaijin paling serius. Serius mainnya dan serius juga gaulnya. Jika ada turnamen atau booster set baru, dia salah satu yang paling semangat menganalisa meta serta berlatih bermain setiap hari. Hal ini terlihat dari cara mainnya yang efisien dan hampir tanpa misplay, hasil dari keseriusannya berlatih serta mempersiapkan baik diri maupun decknya.

Dean merupakan salah satu "raja duel" di daerah selatan saat sebelum direkrut. Jadi di Bandung, tempat duel ada tiga tempat, utara, barat dan selatan. Utara ditempati oleh Hobbies, tempat nongkrong gerombolan Florsheim dan Bullgem. Barat ditempati oleh Planet Comics yang dulu sama sekali tidak punya niat mengadakan turnamen, hanya sebatas jualan kartu dan asesoris. Sedangkan selatan adalah IT Telkom, disana ada komunitas Kaki Besar dan komunitas Kontrakan.

Florsheim sempat menginvasi daerah selatan dengan team yang berisi Arlan, Vandy, Belfa, Utha dan Teddy. Tim Florsheim bisa dibilang mengacak-acak turnamen sana karena hampir semua kaijin menempati peringkat atas, dimenangkan oleh Vandy. Ternyata Dean si Raja Duel Selatan, yang saat itu tidak mengikuti turnamen, berang dan murka. Beberapa saat kemudian Dean dan beberapa rekannya gantian menginvasi turnamen Hobbies. Disitu Dean berhasil mengalahkan Teddy, Belfa dan mbah Marcel. Insiden ini membuat Teddy mencoba menawarkan Dean untuk join Florsheim agar dapat mengasah kemampuannya. Dean setuju.

Dean pun resmi menjadi anggota kesepuluh.


...Bersambung,
Vandy

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More