Sabtu, 13 April 2013

Florsheim Info : Vandy's Grand Tournament 2013 Report Part Four


Hi guys!

Sebenarnya gue janji buat post malamnya setelah buat status attention-whore fakir-like seperti di bawah ini:

Asyik~ Berarti next time mintanya 150 likes~
Hanya saja, gue terlambat sampai rumah berkat trafik sinting Jakarta ditambah dua belas rintangan yang mesti dilewati, seperti membunuh Singa Nemea dan Hydra, serta menangkap Rusa Ceryneia dan Babi Hutan Erymanthus. Jadi tolong dimaklumi ya kalau publikasi artikelnya juga ikut telat :p.

Bagi yang belum baca Part One-nya: Vandy's Grand Tournament 2013 Report Part One.
Bagi yang belum baca Part Two-nya: Vandy's Grand Tournament 2013 Report Part Two.
Bagi yang belum baca Part Three-nya: Vandy's Grand Tournament 2013 Report Part Three.

Well, sebelum masuk ke cerita, mau share sedikit. Kalian merasa tidak pernah mendapat status kami di newsfeed kalian? Atau jarang? Ini cara agar kalian tetap up to date dengan berita terbaru di dunia TCG:


Pergi ke fanpage kami di link berikut, lalu klik tanda "Disukai" atau "Liked" lalu centang "Dapatkan Pemberitahuan" atau "Get Notification".

Dengan cara ini tidak ada lagi kelewatan berita penting dari dunia TCG!

Top 16


Begini, sebenarnya event Grand Tournament ini merupakan event yang penting buat gue. Bukan karena Grand Tournament-nya, karena jujur saja Grand Tournament diadakan sekitar dua kali setahun. No big deal. Gagal sekarang tinggal coba lagi tahun depan.

Turnamen ini menjadi penting karena ini adalah turnamen terakhir gue di masa lajang. Yes guys, gue akan menikah seminggu setelahnya. Akhirnya gue akan menikah dengan wanita yang paling gue sayangi dan seringkali memberikan gue keberuntungan itu. Untungnya dia juga tidak menentang hobi gue main kartu, support hobi menulis gue, bahkan ia sendiri bisa bermain Vanguard (soalnya VG gampang belajarnya, YGO mesti ngapalin banyak kartu).

Event ini pun menjadi semacam Bachelor Party atau Pesta Bujangan gue dan anak-anak Florsheim. Pesta dalam brotherhood untuk mengantar calon mempelai melepas masa lajang, hanya saja kali ini dirayakan ala duelist. Oleh karena itu, lolosnya gue ke Top 16 ini membuat pesta ini menjadi lebih memorable bagi kami.

Sebelum Top 16 dimulai, gue mendata para pemain yang masuk Top 16 memakai deck apa saja. Setelah didata, gue mendapat semua kecuali satu, sang peringkat 14. Setelah ngobrol dengan Albert, ternyata ia mendapat peringkat 14 menggunakan X-Saber! Gue langsung post kompilasi ke Florsheim.

Tak lama, pairing diumumkan. Gue melawan sang peringkat 14. "Oh X-Saber", pikir gue, "santai, dengan Burei ubah-ubah posisi pasti bocor kok LP-nya." Namun yang muncul adalah orang yang berbeda, ia adalah Evan, seorang pengguna Blackwing. Gue pun kaget, lha kok bukan X-Saber...? Dan ternyata si Albert itu peringkat 14 di Beginner. Terpaksa revisi deh yang di fanpage. Kredibilitas gue kan jadi dipertanyakan (padahal nggak ada yang peduli juga).

Buat yang penasaran, ini kompilasinya:

4 Mermail
3 Dark World
2 Chaos Dragon
2 Six Samurai
1 Fire Fist
1 Prophecy
1 Bubblebeat
1 Karakuri (Gue!)
1 Blackwing



Game pertama, gue jalan kedua. Evan memulai dengan mensummon Bora dan set satu belakang, bau bau Icarus Kalut. Gue nggak pakai mikir langsung Night Beam tembak belakang, beneran Icarus. Synch Burei-Kuick, ubah posisi lalu tabok Bora, agar lawan tidak bisa Kalut dulu, Sp Summon Ninishi, lalu Burei menyerang direct yang disambut oleh Gorz. 

Main Phase kedua gue synchro Burei-Nisamu, lalu Xyz Big Eye mengambil Gorz. Lawan summon Bora dan mengubah Token Kaien menjadi Attack Position. Bora menyerang Nisamu dulu, sebuah kesalahan besar, karena gue memanggil Nishipachi untuk mengubah posisi Token Kaien. Next turn gue ambil Bora pakai Big Eye, lalu Heavy dan menang.

Game kedua, lawan set satu depan satu belakang, bau-bau Vayu Icarus. Gue sp summon Solar Wind Jammer lalu normal Nishipachi, yang dengan gobloknya gue pakai efek membuka facedown lawan. Ternyata adalah Snowman Eater! Efeknya menghancurkan Nishipachi, membuat gue terpaksa diam turn itu. Gue pun set Starlight Road & Dark Hole. 

Ia mengaktifkan Heavy Storm! Gue hanya nyengir dan membuka Starlight Road yang dibalas cengiran lebih lebar ketika ia membuka Solemn Warning. Dari situ gue pun digebuk sedikit-sedikit dan kalah.

Game ketiga gue duluan, hand luar biasa busuk. TIGA Solar Wind Jammer mengadakan konferensi tingkat tinggi di hand gue. TIGA. Dan hebatnya lagi, semua Tuner dan pencarinya ngumpet entah dimana. Gue hanya bisa set tiga dan end. Pada gilirannya, lawan berpikir sejenak lalu menggunakan Heavy Storm yang gue gagalkan dengan setengah nyawa Solemn Judgment. Lawan Pot of Duality mengambil Shura yang gue jebloskan ke Bottomless Trap Hole saat turun ke field. Ia kemudian set 3 dan gue langsung buka Royal Decree.

Draw nggak penting, gue pass lagi. Berharap lawan tidak draw hand OTK berhubung LP gue sisa 4000 saja. Ia hanya summon Bora dan menyerang. Draw gue kembali tidak membantu, namun gue perlu bertahan. Akhirnya gue Special Summon Solar Wind Jammer lalu Tribute Set Solar Wind Jammer kedua! Bora menyerang dan kena pantat Solar Wind Jammer untuk 700 damage. Beberapa turn sama-sama membego kemudian, gue bisa draw Haipa yang gue panggil untuk bunuh Bora.

Lawan set satu kartu melihat Haipa. Haipa menyerangnya, Snowman Eater. Setelah menimbang-nimbang, ia pun menghancurkan Solar Wind Jammer yang levelnya telah melampaui para dewa. Lawan ternyata tidak berkutik menghadapi Haipa serta Kuick yang gue summon setelahnya sehingga terpaksa mati pasrah. Drawnya Full Trap sepertinya.

Sip, dengan ini gue melaju ke Top 8! 

Top 8


Di Top 8 ini gue kembali melawan duelist tersabar yang gue lawan di turnamen ini, yakni oom Iv. Begitu tahu lawan gue adalah beliau, gue ketularan kalem dan bisa santai. Aura kesabaran beliau memang sungguh menenangkan.

Buat yang penasaran siapa saja yang lolos ke tahap ini, monggo kompilasinya:
3 Mermail
2 Chaos Dragon
1 Karakuri (Gue lagi!!)
1 Dark World
1 Six Samurai

Mermail gugur satu, Dark World tinggal satu, Chaos Dragon masih utuh.. Dean yang menggunakan Six Samurai terpaksa tunduk pada Deck Chaos Dragon satunya karena Shi En dibully Lightpulsar terus.

Game pertama, gue duluan dan synch Bureido-Bureido-Nishipachi. Oom Iv hanya mengelus dada, kembali sabar lalu Charge of the Light Brigade mengambil Lyla, lalu mensummon Card Trooper untuk Mill tiga. Trooper menyerang Nishipachi gue yang menyebabkan gue draw dua gratisan. Next turn gue synch Burei-Landoise dan menegate efek Gorz begitu oom Iv merevealnya dari hand. Oom Iv pun mengelus dada lagi. Sungguh duelist yang sabar.

Game kedua, fieldnya dibiarkan kosong. Gue mau mulai menggila sayangnya tangan gue masih waras. Semua Karakuri tanpa bisa synch. Gue cuma set dua belakang dan set Nisamu. Oom Iv mengaktifkan Heavy Storm yang gue negate pakai Solemn Judgment. Ia lalu summon Lyla dan menghancurkan Macro. Gue lalu summon Saizan yang kena Moon. Gue flip Nisamu serang Lyla. Next turn dia summon Darkflare Dragon, buang Lightpulsar & REDMD, melengkapi kombo, lalu serang Nisamu yang membuahkan Kuick.


Kuick dan Saizan menjadi Bureido yang efeknya dichain Maxx C. Sp summon Nisamu lagi dan Normal Summon Inashichi, Bureido bunuh Darkflare, sisanya direct. Ia lalu summon Card Trooper, mill tiga, serang Inashichi. Next gue synch Burei-Bureido-Landoise serang semua, Gorz mau turun tapi dinegate, dia sisa 250 LP. 

Giliran berikutnya gue ada dua hand dan flip Macro Cosmos. Dengan adanya Macro, Landoise menjadi vanilla biasa, namun memang di hand sudah tidak ada Spell, jadi tidak apa. Namun tiba-tiba ia summon BLS! Gue mulai panik dan susun rencana, eh ternyata dia tidak menyerang sama sekali takut Landoise. Ya sudah, giliran gue tinggal Xyz Big Eye beres.

Sepertinya kesabaran oom Iv malah berbalik merugikan kali ini. Beliau masih melakukan beberapa misplay akibat terlalu takut mulai agresif. Tidak apa kok oom Iv, sesekali agresif kalau timingnya tepat. Mengutip ucapan para alay di luar negeri, You Only Live Once!

Btw, gue bukan alay. Ok dengan ini gue lolos ke Top 4! Jengjengjengjeng!!

Semi-Final


Begitu sampai Top 4, kepala mulai pusing dan hidung meler. Maklum, sudah lama nggak turnamen jadi stamina pun pas-pasan sekadarnya. Lawan gue kali ini adalah Denny dengan Mermailnya. Ternyata Denny mengidap kelelahan juga seperti gue, hanya saja lebih parah karena ia sudah tidak sehat sejak paginya. Wajahnya merah pucat dan tembem. Kalau saja kalian bisa lihat wajahnya saat itu, pasti ada perasaan campur aduk antara kasihan pengen elus-elus sama perasaan gemes pengen cubit pipi.

Anyway, yang penasaran deck apa saja yang sampai Semi Final, ini listnya:
2 Mermail
1 Karakuri (Yay gueeee!)
1 Dark World

Ketika melawan Denny, gue tahu bahwa tidak ada kelemahan dalam decknya, sehingga gue harus ekstra hati-hati. Maklum, semua kartunya lengkap dan high rarity, hahaha.

Gue mulai duluan. Hand gue cukup broken sehingga gue synch Bureido-Bureido-Stardust untuk melindungi Forbidden Lance dan Solemn di belakang. Lawan berpikir sejenak, kemudian ia membuang Dragoon untuk Abyssteus, mencari Abyssleed dan Abyssgunde yang lalu ia buang untuk summon Abyssmegalo dan Abyssleed. Abyssteus dan Abyssmegalo ia tumpuk menjadi Big Eye dan terkena Solemn. Abyssleed menyerang Stardust dan terkena Lance. Ia set dua kartu belakang.

Gue menembak salah satu pakai Night Beam yang langsung ia chain Abyss-sphere dan Abyss-squall menghidupkan banyak hal. Gue draw lagi pakai dua Bureido, lalu serang Abysslinde dan Abyssmegalo darinya. Gue set satu. Denny giliran berikutnya mencoba Xyz BIG-EYE-SEHARGA-RATUSAN-RIBU-YANG-KEDUA! Sayang gue masih punya Solemn yang lain. Sungguh broken draw gue saat itu.


Game kedua ia langsung Xyz Abyssgaios dengan efek Abyssgunde. Gue coba synch Bureido namun terkena Solemn dan Trap gue satu-satunya terkena MST. Next turn ia membunuh gue pakai OTK.

Game ketiga gue duluan dengan hand cukup broken namun tidak sebroken game pertama. Gue synch Bureido-Stardust untuk melindungi backrow gue dan set Solemn dan Bottomless. Note: Stardust seringkali tidak bisa menegate efek menghancurkan Marksman atau Heavy Infantry jika mereka tidak berada di chain link terakhir.

Ia mensummon Abysspike untuk mencari Abyssgunde dan membuangnya bersama Abyssleed demi mensummon Abyssmegalo dan Abyssleed namun Abyssleed gue Bottomless. Dia terpaksa diam saja turn itu. Selanjutnya gue draw Macro Cosmos, dan nabok nabok. Gue buka Macro, dia Dark Hole yang dinegate Stardust (terbanish), lalu set tiga. Satu gue Night Beam, yakni Royal Decree. Dia sempat mengaktifkan Sphere yang gue biarkan, namun begitu Squall, gue Solemn. Macro membuat ia tidak bisa apa-apa. Dan ketika ia mengedraw MST untuk Macro gue, gue chain dengan flip Macro lainnya.

To the Final!

Final


Damn! Dosa apa gue sama Dark World? Di final gue ternyata harus kembali melawan Dark World yang menyebalkan itu! Tidak hanya Dark World bahkan, namun Dark World yang digunakan oleh sang pangeran kegelapan, Sundoro!

Berhubung venue ruang pertemuan akan dibereskan, pertandingan final pun dipindah ke bawah, di toko CnG. Gue dan Sundoro sama-sama berpindah dalam keadaan lemas tak bertenaga. Padahal baru enam round plus tiga top cut, total sembilan pertandingan, tapi stamina seakan terkuras habis.

Di game pertama, gue cuma bisa pasrah berharap dia draw busuk sehingga bisa gue bunuh lebih dulu. Namun sayang lemparan dadu saja memihak ke Sundoro, membuat ia bisa berakrobat lebih cepat. Dia Dark World Dealing buang Grapha lalu summon Snoww panggil Grapha, set beberapa kartu. Turn gue, hand busuk nggak bisa synchro. Gue mau summon Saizan untuk di Cash Cache, eh malah kena Solemn. Gue pun cuma bisa end. Turn lawan, Dragged Down dua kali menghilangkan kartu-kartu penting sambil Grapha kedua turun, menghabisi 6000 LP. Giliran gue, draw tidak membantu, next game.

Saat melihat kartu siding yang sudah disiapkan, gue cuma bisa meringis melihat dua Smashing Ground yang tidak pernah berguna sepanjang turnamen. Coba kalau gue pakai Gemini Imps, kan lumayan banget. Namun meski begitu, the show must go on! 

Game kedua tidak pakai mikir langsung Synchro Naturia Beast dan set Macro Cosmos. Lawan bingung lihat Beast, akhirnya cuma bisa diem beberapa turn sambil dipukuli, saat mau penghabisan pakai Emergency Teleport di Battle Phase, malah di-Solemn. Terkunci Reckless Greed, Sundoro pun mengaktifkan semua Spell di hand-nya untuk mengemill gue banyak lalu set sisanya, termasuk Snoww. Untuk menghabisi dengan segera, gue summon monster dan disambut Torrential Tribute! Uh oh. Karena terkunci, ia tidak bisa melakukan apa-apa, dan gue bunuh giliran selanjutnya.

Well, kalau saja Sundoro tidak iseng mengaktifkan semua Spellnya, sepertinya ia masih bisa menang setelah Beast mati.

Game ketiga, Sundoro memulai hanya dengan set dua kartu. Gue summon Solar Wind Jammer, Ninishi, dan Inashichi. Synchro Bureido, namun dijebloskan ke dalam Bottomless Trap Hole. Efek Bureido mencari Ninishi kedua dan synchro bersama Inashichi menjadi Naturia Beast! Naturia Beast menyerang 2200, dan gue set Macro Cosmos. Giliran Sundoro, ia hanya bisa diam melihat kartunya lalu end. Gue pun menggila synch Burei-Haipa untuk menghabisi Sundoro!!

Well, kalau saja Sundoro mem-Bottomless Naturia Beast, bukan Bureido, sepertinya ia masih bisa menang karena handnya ternyata bagus. Atau kalau dia tidak mengeset dua dulu tetapi langsung go-show di turn pertama, juga ia masih bisa menang.

Sungguh, kemenangan gue di final memang kurang seru karena sedikit banyak hal ini berkat kebaikan Sundoro. Memang ia adalah sang pangeran kegelapan, namun hatinya tidak sehitam julukannya (walau masih menyebalkan).

Good Guy Sundoro

Aftermath

Setelah turnamen berakhir, para Kaijin dan rakyat sipil Bandung pun makan-makan bareng merayakan kemenangan ini sambil mempererat silaturahmi.

Awalnya gue mengikuti ini atas dasar iseng menggunakan deck favorit, namun boy that escalates quickly. Kemenangan ini bukan hanya milik gue semata, namun juga para kaijin Florsheim serta para rakyat sipil Bandung yang telah membantu, mendukung, dan meminjamkan kartu. Thanks guys!

Bachelor Party ini pun menjadi semakin memorable dan akan menjadi memori yang berharga. Layak dikenang hingga tua nanti. Semoga meski sudah menikah, gue akan tetap bisa mendukung dan membesarkan dunia TCG Indonesia!


Oke segitu dulu,
Vandy

NB: Special Thanks untuk Istriku tercinta, yang sudah mau support gue hari itu dengan mau datang dan membawakan minuman favorit serta SMS-SMS dukungannya yang nggak bisa gue paparkan disini (malu hehe). Tanpanya, gue mungkin tidak draw Monster Reborn yang menentukan kemenangan gue round 4, atau bisa mati dehidrasi karena kehausan tanpa minuman. Mungkin. Pokoknya, I love you now, and will always be :-)

Buat pembaca yang lain yang baca ini, doakan kami terus langgeng dan menjadi keluarga yang sakinah (menentramkan) mawaddah (penuh cinta) wa rahmah (dan saling menyayangi) ya! Thanks guys!

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More